aerin

aerin
just

Kamis, 22 Desember 2011

Aku Sayang Kamu part III

“tunggu nak,siapa namamu?”cegah wanita itu memegang pundak syara,aku yang ada di dekatnya sontak kaget dengan kejadian itu.
“Syara,kenapa?”jawab syara santai,
“Syara ayo,kita bisa ketinggalan”selaku,melihat kapal yang sudah siap berangkat
“Syara?”ulangnya dengan muka terkejut.
Juni
Sebentar lagi,hari ulang tahun Syara yang sebenarnya,kalian mau tahu kenapa aku bisa tahu?,ini berkat bantuan dino
“oo itu kira-kira bulan juni,tanggal berapa ya,emm sama aku cuma 1..2..3..kira-kira tanggal 18,jaraknya 3 hari sama ulang tahunku”jelas dino sambil melahap pisang goreng buatan mamaku
“Hati-hsti nsnti keselek lo”ingat mamaku
“hehe iya tante..wah tante..pisangnya enak banget”pujinya,dasar dino..dino
Semua persiapan sudah aku atur sedemikian rupa,untungnya dia belum tahu kalau rumahku dekat dengan rumahnya,masalh ini juga sudah aku bicarakan dengan mama,dan teman-teman sekelas,mereka juga setuju.
18 Juni
“Kamu mau bawa aku kemana sih?”tanya syara pada nawang,anak paling modis di kelas,dia membawa syara ke salon untuk meriasnya,dengan gaun yang simple dan cocok untuk anak seumurannya
“nawang apa-apaan sih,Cuma mau makan malem sama keluargamu masak aku harus di dandani gini”ujar syara
“Udah dieeeeeeeeeeeemmmm..”
Beberapa jam kemudian...
“Jadi deh,oke kita siap jalan,tunggu bentar ya,aku angkat telfon dulu”ujar nawang
“Kamu...wah kamu cantik banget,mau kemana”tanya wanita paruh baya pemilik motel itu pada syara,ternyata diam-diam dia mengikuti syara,dan mencari tahu tentang syara.
“makasih,emm mau makan malem di rumah temen”jelas syara,”Sorry aku mau angkat telfon dulu ya”sambung syara,seraya membuka telfonnya”Hallo,papah?aku?aku ada di salon,ketemu?iya,aku sms tempatnya,iya aku tunggu”,
“eeh tante,kok ada disini?syara ayo,mamahku udah nunggu”ujar nawang menghampiri syara,
“iya tante kebetulan mau nyalon disini,eh ketemu kalian,cantik-cantik nii”
“nawang tunggu bentar ya,papahku mau kesini,”sambungku
“papah kamu?dia udah pulang?,iyadeh..”
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya,syara menghampiri sebuah mobil berbentuk alpard ,dari sana keluar sesosok lelaki berumur kurang lebih 60 tahun dengan jaz hitam dan kacamata bening,memelukk sang anak dengan berkata “Happy birthday dear”ujarnya pada syara,namun syara tak meresponnya sedikitpun,dia terlalu terluka hingga tak tahu harus bersikap seperti apa pada ayahnya sendiri.Muka kaget serta tak menyangka terlukis di wajah wanita paruh baya itu,
“Aku ada acara...aku pergi”ujar syara sambil memberi kode pada nawang untuk segera meninggalkan tempat itu.
“Jangan nglamun..gak baek aah”ujar nawang melihatku dari kaca.
Setengah perjalanan,nawang meminta syara menutup matanya dengan kain,aku yakin waktu itu,pasti syara sudah curiga.Sesampainya di tempat,lantunan harpa terdengar,dimainkan dengan sangat indah oleh Klara,anak seni musik yang akhir tahun ini akan meneruskan sekolahnya di Amerika,tata letak tempat yang memilih tema outdoor di tata dengan baik oleh hendra dkk,yaa!dia memang suka dekorasi,kursi-kursii dan meja-meja kayu pendek ini adalah rancangannya dia sendiri,sempat menganggur di gudangnya selama beberapa tahun setelah pernikahan kakaknya,dan aku pinjam saat aku melihatnya sedang di jemur di halaman rumah hendra,lampu-lampunya juga,sangat pas,dan simple,cafe outdoor ini milik nawang,jadi aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk patungan,hehe.
Menunggu beberapa jam ternyata cukup melelahkan,namun itu terbayar sudah,setelah melihat syara dengan riasannya yang membuatnya sangat beda dari biasanya,membuatku tak bisa mengenalinya lagi,rambutnya terurai,kriting gelombang di bagian bawah,poninya di kepang dan di tarik ke belakang,di kucir lalu di kepang lagi,gaunnya sederhana,warna kulit,dari bahan chiffon ,dan panjang di atas lutut,sedikit di buat bertumpuk-tumpuk bagian bawahnya,kalung berlian kecil yang sangat sederhana,sepatu yang warnanya sama dengan gaun berhak 5 cm. chiffon.....jpg
Aku menyambutnya dengan penuh senyum,namun dia tak merespon kehadiranku disitu,dia hanya menatap sekitar dan bertanya”Dari siapa idenya?”,dengan semangat nawang menjawab,”Yuan lah,baguskan?”,entah kenapa dia langsunng menamparku,dan berlalu begitu saja,bodohnya aku waktu itu tidak langsung mengejarnya.Aku sadar lalu mengejarnya setelah aku sadar tentang perasaanku selama ini,aku berlari dan bermaksud mengungkapkan perasaanku,namun.Aku melihat syara bertemu seorang wanita yang tidak asing utntukku,wanita itu lagi,bu Anya,sebenarnya siapa dia? Selalu ada dan mendekati syara,atau mungkin dia?.
“Syara”serunya,syara hanya diam dan menatapnya dengan muka penuh tanya
“tante..kenapa tante disini”
“akhirnya aku tahu dimana kamu tinggal,ternyata kamuu tinggal disini,di desa ini sayang”,karena tak berani  mendekat aku hanya bersembunyi di balik pohon,ada apa di antara mereka.
“Kamu,semakin cantik,pantes papah kamu,ngambil kamu dari mamah”
“Mamah?”seru syara terkejut,”Aku mamah kandung kamu sayang”
“Kamu?...mamahku?..mamah...kamu bukan suruhan nenek sihir itukan?buat ngejebak aku?”,wanita itupun menggeleng dan mengelus-elus pipi anaknya,dan menitikan air mata
“Mamaah..kamu mirip sama aku,matamu,bibirmu,kamuu bener mamahku?”
“Anya”seru seseorang,”Mas,kamu juga disini?”,”Aku lihat kamu di salon tadi,walau kamu kira aku gak tahu tapi aku sebenernya tahu,aku seneng kamu baik-baik aja”ujar papah syara,”sayang ini mamah kamu,mamah kandungmu,papah minta maaf pernah misahin kamu sama mamah kamu,dan aku minta maaf anya,udah buat kamu menderita selama ini,karena istriku,aku minta maaf”sambung papah syara sammbil menangis tersedu-sedu,melihat itu aku juga menitikan air mata,tanpa sadar,aku senang akhirnya syara bertemu seseorang yang selama ini dia ingin temui,dia sempat aku tanyai soal arti ibu dalam hidupnya dan dia menjawab”Dia lebih dari jiwaku,aku bisa kehilangan jiwa dan ragaku,asalkan aku bisa nemuin dia,adanya mamahmu yang deket sama aku,ngasih aku sedikit gambaran seandainya aku punya mamah,pasti dia sayang sama aku,sama kayak mamah kamu yang sayang sama aku”
Pertemuan itu memberi sedikit kebahagian pada syara,walau awalnya masih marah dengan keadaan lama-kelamaan syara mampu menerimanya,dengan adanya mamah kandungnya dia juga lebih nyaman sekarang,ternyata setelah kejadian 16 tahun yang lalu itu,mamah syara pergi merantau ke Hongkong dan disana dia bekerja,lama disana dia merasa rindu pada keluarganya,dengan uang yang cukup banyak hasil menjadi pelayan disana ia pulang memboyong keluarganya pergi dari desa ini ke Bandung,disana ia membuka restoran,sedikit demi sedikit berkembang dan akhirnya menjadi restoran yang perkembangannya terpesat disana,dia juga membuka beberapa saham di bidang pariwisata,melihat hidupnya cukup baik bahkan lebih dari baik,saatnya ia mencari anaknya,dan akhirnya mereka bertemu.Kakak syara tak mampu melawan penyakitnya,ia akhirnya meninggal,tapi syukurnya syara sempat menungguinya beberapa minggu,dia sempat berpamitan juga denganku,ia membawa papah dan mamahnya ke rumahku untuk makan malam sekalian pamitan beberapa minggu tinggal di Autralia,mamah tiri syara stress mendengar kabar ini,kabar terakhir dia menjadi sedikit terganggu kewarasannya,selama ini mamah tiri syara mengejar hati papah syara,tapi karena tidak tahu bagaimana caranya dan kebenciannya pada syara dia jadi wanita yang terlalu menyedihkan.
“Bisa keluar sebentar”bisik syara,aku dan dia pun berjalan menuju balkon rumahku.
“Ada apa?”ujarku pura-pura tidak tahu
“Besok aku ke australia,mungkin bulan depan baru pulang”
“terus?”timpalku,syara membalikkan badannya ke arahku,”Jangan lupain aku ya,sering-sering telfon,kasih tau yang lain,suruh mereka jangan lupain aku”ujarnya dengan merunduk menutupi linangan air matanya,
“Gak usah kamu minta,aku gak bakal nglupain kamu”kataku sambil mengangkat dagunya,diapun tersenyum,
“Syara..boleh aku jahat sama kamu sekalii aja”.aku pun memberinya ciuman di bibir,”Aku kira kamu marah”seruku,dia bergeleng dan mengelus pipiku,”Aku tau kamu udah lama suka sama aku,tapi aku Cuma nganggep itu sebagai angin lalu,akhirnya aku jatuh cinta juga sama kamu,caramu buat aku  mau nerima hatimu udah buat aku cukup yaah tersentuh,aku sayang sama kamu yuan”jelasnya,mendengar itu jantungku berdegup lebih kencang,tak kusangka akhirnya rasa ini berakhir dengan indah.
Beberapa bulan kemudian
Sekolah tinggal 1,5 tahun lagi,hari ini sekolah penuh dengan acara,semacam event-event,dan aku sebagai pengisi acaranya,bersama bandku aku menyanyikan beberapa buah lagu.Bandku saat ini sudah penuh dengan jadwal manggung,off-air ataupun on-air.
Hari ini tepat satu bulan syara pergi,rasanya sepi juga tidak ada hadirnya disini,teman-teman sekelas juga mulai ribut menanyakan kepulangannya”haaah kapan sih si syara pulang,gak ada dia sepi juga nih,biasanya kalok ada dia bisa seru-seruan,walaupun kadang-kadang dia aneh”seru nawang,sambil berkipas-pisah,hari ini memang panas,aku,anak-anak bandku dan anak-anak sekelasku duduk-duduk di bawah pohon rindang
“Iyaa,,mana tu pacar kamu”sambung klara,”haa,ngarang ni,kapan jadian”kilahku
“Gimana kalok sekarang aja,jadiannya”dari balik pohon kudengar suara seseorang yang aku kenali,suara khas serak-serak lembutnya,syara???
“Cieeeee...ehem..ehem”seru mereka semua
“Kamu udah pulang kok gak bilang-bilang”ujarku kaget,tak menyangka dia ada disini,di saat aku benar-benar merindukannya
“Maaf,aku kan mau kasih kejutan ke kamu,gimana tadi,di jawab dong”
“ayoo dong di tembaaakk”seru nawang memprofokatori,syara hanya senyum-senyum sambil melihatku.
Keadaan seperti ini sangat aku benci,”Huuuftt..syara,apa kamu mau jadi seseorang yang selalu ada di hatiku,selalu ada untukku saat aku terluka atau bahagia?”,”Waaaaah terlalu resmii kayak mau nikah aja”seru hendra,”Kok Cuma diem sih,jawab dong”sambungku,sejenak suasana ini cukup

1 komentar: