Cinta tak sekedar memberi atau berbagi
Terkadang cinta tak tersampaikan oleh hati
Rasa perih namun bahagia pernah mencintai
Walau tak pernah memiliki
Awal tahun 2011
Aku tak pernah menyangka akan mendapat perasaan seperti ini sebelumnya,perasaan ini di mulai sewaktu bel istirahat berbunyi.
“Hey guys,hari ini temen kita ada yang ulang tahun ni,hmmm siapa yaa,yang merasa ulang tahun hari ini berdiri dong”ujar salah satu teman perempuanku,sontak mendengar itu aku langsung kaget,karena hari ini aku ulang tahun,aku sebenarnya malas untuk mengikutinya,tapi karena paksaan aku pun berdiri
“Loh?hari ini yang ulang tahun ada dua?”ujar temanku,aku juga kaget,memang siapa lagi selain aku?menoleh kekanan dan kiri ternyata ada satu anak yang duduk di bangku kedua paling belakang,dia Syara,Syara Putri Hendrawan perempuan paling aneh menurutku,tapi entah kenapa ada sesuatu yang lain setiap aku melihatnya.Dengan langkah santai ia maju kedepan,aku kira dia akan memberikan sedikit sambutan ternyata dia malah berbelok ke arah pintu,dan keluar tanpa ada sedikit kata.Benarkan dia aneh!?
Selepas anak-anak itu mengerjaiku dengan memasukkanku ke dalam kolam dan memberiku tepung, aku pulang dengan baju ganti yang ada di loker,untung saja aku selalu membawa serep seragam di lokerku,ketika ingin menutup loker setelah mengambil baju ada sebuah tangan yang mengulurkan handuk kecil putih,
“Mungkin kamu butuh..”ujar syara,perempuan itu memang seperti hantu,datang tiba-tiba dan pergi tanpa ekspresi dan kata.Karena aku baik,dan kebetulan juga butuh handuk aku pun menerimanya
“Thanks”timpalku singkat,seperti yang sudah aku duga,perempuan itu langsung pergi setelah aku menerima handuk yang ia ulurkan padaku,aku jadi penasaran dengannya,dia itu siapa?
Hah segarnya,setelah selesai berganti baju aku berniat untuk langsung ke studio,aku sudah buat janji dengan anak-anak bandku.Ketika sampai lorong kesenian,lorong yang paling dekat denga pintu keluar,aku mendengar musik yang biasa di putar anak-anak dance,aku mencari asal mula suara itu,dan ternyata suara itu berasal dari ruang latihan anak-anak dance,loh?bukannya hari ini tidak ada ekstra?,sedikit ingin tahu siapa yang memutar musik itu,aku membuka pintu sedikit lebar,dan ku lihat sesosok orang memakai baju sport,dan celana sport selutut,lekuk tubuhnya terlihat sangat sempurna,aku yakin laki-laki yang melihatnya walau hanya satu kali pasti langsung jatuh cinta,dan ketika ia berbalik ke arahku,syara?,karena kagetnya aku tidak sengaja menutup pintu dengan keras,berjaga-jaga kalau-kalau dia mendengar dan keluar aku langsung berlari sejauh aku bisa.
Apa benar dia syara?,secantik itu?,memang sih syara itu cantik,tapi aku tidak pernah melihatnya memakai pakaian yang membentuk tubuhnya seperti itu,paling-paling aku melihatnya memakai baju seragam yang agak besar dari ukuran tubuhnya,dengan baju bagian belakang yang di biarkan keluar,sepatu warrior nike warna hijau kebiru-biruan,kacamata besar hitam,seperti yang sedang ngetrend saat ini,dan rambut yang di kucir ke belakang tak beraturan.
Masih teringat kejadian tadi,dadaku berdetak kencang,apa ini?
“Haii,kenapa sob?”tanya temanku,melihatku melamun sambil memegang gitar di tangan.
“Aah,enggak,gak papa..”kilahku.
Satu hari berlalu dengan perasaan tidak nyaman,kemarin aku juga tidak nafsu makan,sampai-sampai mamah mengintrogasi diriku,haah,dia terlalu berlebihan!
“Hey syara,kemarin ulang tahun kenapa langsung pergi sih,gak traktir-traktir”seru teman sebangkuku,Hendra namanya.”iya ni,syara pelit”sambung anak-anak perempuan di kelasku
Dia hanya diam memandangi kami dengan mata yang melihat ke mana-mana,seperti orang gelisah,dan muka sedikit berfikir,entah apa yang dia fikirkan.
“Hey jawab?”timpalku,
“Itu bukan hari ulang tahun asliku”ujarnya membuat kami kaget,apa maksudnya berkata seperti itu?
“Aku gak tahu kapan ulang tahunku,itu tanggal yang kak Ardiyan kasih sewaktu MOS kemarin”jelasnya,langsung pergi meninggalkan kami dengan tanya,sebagian ada yang melihat kearahnya sampai keluar pintu,dan sebagian tertunduk dan bertanya-tanya,aku yang sudah tak tahan dengan perasaan penasaran berlari menyusulnya.
“Syara..”seruku
“Apa bener yang kamu bilang tadi?”tanyaku,dia hanya diam seakan mengiyakanya,aku tanya lagi dan akhirnya dia menjawab “Iya,itu bener,kalok gak percaya tanya aj kak Ardiyan,waktu MOS aku bingung ngisi tabel bagian TTL,kak Ardiyan bilang kalok kamu gak tahu kapan ultahmu,gimana kalau hari ini aja,terus dia ngasih selamat dan mulai hari itu,hari itu jadi hari ultahku”jelasnya,”Kenapa kamu gak tahu ulang tahunmu?”,”Karena aku gak mau tahu dan aku gak perlu tahu”serunya dengan nada marah,dia berlalu,aku hanya terdiam semakin penasaran dengannya.
Bulan ke-3
Awal bulan ini ada kontes dance antar sekolah,aku tebak pasti syara yang di ajukan,dan itu benar,kenapa aku merasa senang ketika melihatnya tersenyum,kalau terus-terusan seperti ini dia pasti akan tahu kalau ada sesuatu yang lain,yang ada di hatiku untuknya,banyak perempuan yang lebih dari dia,tapi tidak ada yang bisa membuatku penasaran dan terus-terusan ingin tahu tentang dirinya.
Hari ini,mamah mengajakku melihat-lihat keadaan rumah baru kami,rumah kami ada di dekat hutan pinus,jadi hawanya selalu sejuk,kami tidak sendiri dan satu-satunya rumah disana,ada beberapa rumah warga yang lain,dan tempat itu juga sudah jadi pemukiman,jadi kami tidak takut tinggal disana,walaupun hanya berdua.Saat berkeliling,aku melihat sebuah rumah yang cukup besar,dan halaman yang besar pula,rumah itu seperti rumah lama,hanya saja di cat ulang dan ada beberapa bagian yang di perbarui,
to be continue ^^
masih to be continue lo..
BalasHapus