Belum pernah aku merasakan kesedihan bertubi-tubi seperti ini,kehilangan dia bagaikan kehilanan satu nyawaku.
Hari itu,ku tak pernah berfikir dia akan menyatakan perasaanya padaku,setelah sekian lama mencoba mendekatiku,dan membuat sikap dinginku sebagai sambutan hangat untuk cintanya
Aku berjalan dengan lelah karena beban kardus berisi buku-buku perpustakaan,hari ini aku terlalu nyenyak tidurnya sampai-sampai aku terlambat dan di hukum menata buku perpustakaan,padahal ini tahun ajaran baru.
“Mau aku bantu”tawarnya,dengan senyum manis yang selalu membuatku ingin berpaling,entah kenapa tapi aku tak pernah kuat melihat tatapannya.
“Enggak usah,balik aja ke kelas,aku bisa kok”jawabku sambil berjala meninggalkan dia di loby.
Akhir-akhir ini aku mulai aneh dengan sikapnya,seperti orang yang sedang jatuh cinta,teman-temaku pun merasakan hal yang sama,karena inilah aku sering di ejek dan di jodoh-jodohkan dengan dia.
“Aku punya batas untuk mengejar seseorang”aku terdiam mendengar perkataanya,aku tak menyangka dia akan mengatakan hal seperti itu padaku,”Aku punya kasih yang saat ini Cuma aku kasih ke seseorang,dan seseorang itu ada di hadapanku,aku gak bisa menghindar,aku ingin lupa dan menghapus bayang indah ini tapi aku gak bisa”,”kalau gitu jangan hapus aku,atau menghindar dari aku,aku yang akan pergi dan menghindar” entah apa yang aku pikirkan sampai-sampai aku berkata seperti itu,aku berjalan sambil menahan nafas dan berfikir,kenapa dadaku rasanya sesak?
Pelajaran hari ini cukup membosankan,rencananya aku langsung pergi ke kantin untuk melepas lelah dan kantuk,tapi,rencana itu harus di batalkan setelah ku mendapat sms dari nomer asing Aku tunggu kamu di Kantin sekarang,Dion,hati ini rasanya ingin pergi kesana tetapi kaki tidak bisa mengijinkan,sepertinya aku mulai menyukainya,aah mana mungkin?tapi mungkin saja,laki-laki sebaik dia,setampan dia,sekeren dia,mana mungkin ada perempuan yang tidak suka,kalaupun ada pasti hanya aku,banyak perempuan di sekolah yang ingin di dekati Dion,tapi hanya aku yang tidak berharap begitu besar seperti mereka,mungkin aku ingin dekat dengan dia sebatas ingin mengenalnya,seperti waktu MOS pertama,aku yang terlalu sulit beradaptasi di awal,harus menerima nasib tidak memiliki teman untuk mengobrol,sampai akhirnya kakak kelas memberikan secarik kertas untuk menuliskan harapan jika akhir tahun ini kita harus meninggalkan dunia ini lebih dulu.Aku yang sudah mengalami kesedihan bertubi-tubi dan akhirnya sebatangkara menuliskan satu kalimat yang sangat berarti untutkku,setelah menulis kami pun maju satu persatu,sekilas aku kembali kemasa-masa kecilku,di waktu ayah dan bunda serta kakakku masih ada di sampingku,aku membenci diriku sendiri,karena mereka harus meninggal karena aku,bunda meninggal setelah melahirkan aku,ayahku meninggal karena aku yang membuatnya kecelakaan,waktu itu aku merengek ingin di belikan balon bergambar mickey mouse,ayah bilang “gak usah sayang di jakarta banyak,nanti ayah beliin ya”,tapi aku tidak mau,dan akhirnya ayah terpaksa membelikannya,di dalam perjalanan mau pulang aku terus memainkan balon itu dengan menerbangkannya dari jendela mobil,dengan separuh badan keluar dari jendela,ayah yang takut aku jatuh memberitahuku untuk duduk diam di kursi dan tidak keluar-keluar jendela,tapi aku bandel dan tak memperdulikan kata-kata ayah,dan akhirnya balonku jatuh,aku merengek pada ayah untuk mengambilkannya,tapi lagi lagi ayah berkata kalau aku nanti akan di belikan balon seperti itu lagi di Jakarta,tapi aku tidak mau dan terus menangis,karena ayah tidak tega akhirnya dia berhenti,akupun langsung lari mengambil balon itu tanpa melihat kanan kiri,aku pun tidak melihat ada truk pasir sedang melintas ke arahku,ayah yang waktu itu melihat langsung mendorongku ke pinggir,hingga punggungku terkena batas jalan,aku tak sadarkan diri tapi aku bisa melihat ayahku terluka parah waktu itu.1 bulan aku tidak mau bicara,merasa sangat bersalah,dan karena tekanan dari bibiku yang terus menyalahkan kematian kakaknya yang dia fikir itu di sebabkan karena aku,sejak itu aku jadi tak suka bicara dan memendam perasaan dalam-dalam di hati.Kakakku,dia laki-laki yang hebat,sewaktu aku berumur 14,aku ikut semacam geng geng anak sekolah,dan geng motor,aku terlalu labil waktu itu,mungkin karena masalah pribadi yang ku pendam dan tekanan dari bibiku yang terus mengungkit –ungkit kematian ayah,karena suatu hal aku ada masalah dengan anak-anak luar yang tidak suka dengan sekolahku,akhirnya sekolahku dengan sekolah yang memiliki masalah denganku bertemu di suatu tempat dan saling pukul-pukulan satu sama lain,tak terkecuali aku,entah batu atau pun kayu tak peduli laki-laki atau perempuan,aku tak peduli bagaimana keadaanku waktu itu,kakakku yang tau kejadian itu langsung menyusulku,namun sayang kejadian itu sudah selesai dan saat kakakku sampai sudah tidak ada orang disana.Pulag dengan penuh darah di baju,bibi mengomeliku,hanya sekedar berganti baju,aku langsung pergi lagi,tak peduli lagi dengan ocehan bibiku,dan tak peduli lagi dengan luka di tubuhku.Ternyata sesampainya di tempat biasa aku dan teman-teman geng motor berkumpul ada geng motor lain yang ada masalah dengan salah satu anggota kami,biasa masalah perempuan,tapi ternyata ada dendam lama soal anggota mereka yang baru baru ini meninggal karena beradu motor dengan geng kami,mereka tidak terima dan akhirnya mengajak duel dengan kami,karena yang meninggal perempuan maka gengkami yang maju juga peempuan,karena waktu itu hanya aku yang satu-satunya perempuan,maka aku yang maju,dengan aba-aba 1 sampai 3 aku bersiap-siap,sampai aba-aba ke 3 aku memacu motorku dengan kecepatan di atas rata-rata,tak beharap menang,hanya berharap cepat-cepat sampai ke garis akhir,karena aku merasa sangat pusing waktu itu,mungkin hantaman benda tumpul sewaktu bertarung dengan anak-anak sekolah lain itu,tanpa peduli sudah seberapa besar aku memacu motorku,aku terus mengegasnya hingga serasa mau oleng,tapi akhirnya aku bisa sampai ke garis akhir,aku lagsung turun dan mengambil motor untuk pulang,badanku serasa retak waktu itu,tak peduli bagaimana hasilnya tadi.
Baru beberapa langkah menuju tempat parkir,aku mendengar suara orang yang tertusuk tepat di belakangku,da ternyata itu kakakku “kakak!!”seruku dengan mata berlinang,aku mencari siapa yang menusuk kakakku,ternyata itu orang yang tadi balapan motor denganku,tanpa babibu aku langsung memukulnya di bagian kepala denan kakiku,mengambill pisau yang ia pakai untuk menusuk kakakku lalu menghujamkannya ke bagian perutnya berulang-ulang,hingga darah keluar dari perutnya,aku lakukan itu dengan berteriak,menyebutnya anjing,menyebutnya wanita jalang dll.Aku tak pernah membiarkan satu orangpun melukai kakakku,karena dia satu satunya yang berharga dalam hidupku,satu satunya yang aku butuhkan,setelah kematian ayahku,orang yangberrmasalah dengan kakakku harus mati di hadapanku.
“Kakak!!..kakak..bangung kakak!!”teriangku sambil memegangnya dalam pelukku
“Makasih...udah baik sama aku,karena kamu aku masih hidup sampai sekarang,dan ini balasan dariku,gak usah sedih!aku gak sendiri kok..ada ayah sama bunda,aku bakal jaga mereka,seperti yang kamu mau,aku juga aka selalu jaga kamu dari atas sana,oh ya..aku juga bakal nyampein salam kangen kamu ke ayah sama bunda,aku sayang kamu sampai kapanpun dek”,di pemakaman aku hanya seperti setan,membunuh satu persatu orang benar-benar sayang padaku.Setelah kejadian itu To be continue ...
masih ada terusanya lo guys
BalasHapus