Somewhere over the rainbow
Way up high,
There's a land that I heard of
Once in a lullaby.
Somewhere over the rainbow
Skies are blue,
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.
Someday I'll wish upon a star
And wake up where the clouds are far
Behind me.
Where troubles melt like lemon drops
Away above the chimney tops
That's where you'll find me.
Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly.
Birds fly over the rainbow.
Why then, oh why can't I?
If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can't I?
lagu yang fenomenal dan sangat mengenang untukku
aerin
just
Rabu, 28 Desember 2011
Kamis, 22 Desember 2011
Pelangi Matamu part II
“Emang kita ada dimana kak?”,”di bukit bintang..disini pemandangannya bagus,pemandangan lampu kota,mirip bintang”ujarnya”Oya,kalau aku boleh tau,hal apa yang paling kamu mau itu terwujud?”tanyanya,kedengarannya sangat serius,”Aku mau suatu hari nanti,kalau aku punya anak,aku bisa liat wajahnya”,
”Aku denger,matamu juga bukan buta pernmanen ya?jadi masih ada kesempatan buat kamu bisa liat dunia ini”,
“Iyaa kak”jawabku lirih
“Haah..kok manggilnya kak,bisa gak gak usah manggil aku pakek KAK?”
“Terus manggil apa dong”sambungku
“Lukas aja,,gak usah pakek kak”,aku heran dan apa alasannya dia minta aku manggil dia tanpa sebutan kak?,dudukk berdua dengannya membuat jantungku berdentam lebih cepat dari biasanya,sebenarnya ini bukan pertama kali,sewaktu dia duduk disampingku saat perayaan gaji pertamaku aku juga merasakan hal yang sama,apakah ini tanda-tanda aku jatuh cinta?
“Dila..aku punya hadiah buat kamu”
“Ooh ya?..”ujarku sambil membalikkan badan kearahnya,kalau soal hadiah aku yang nomer satu
“Tapi kamu diem ya,”ujarnya,aku pun mengangguk dan menunggu apa hadiahnya,aku menunggu dan akhirnya.
“Itu hadiahku,”ujarnya membisikiku,dia mencium bibirku?apa benar ini kenyataan?atau hanya mimpiku saja?
“Kakak..”ujarku lirih,”Aku udah lama suka sama kamu..rasa ini makin berkembang setiap harinya”
Hari berlalu sama seperti hari-hari biasa namun bedanya kini ada dia yang siap menemaniku,menjadi mataku, jika ada hal baru dia pasti ceritakan itu padaku,membuat gelap menjadi indah untukku.Baru-baru ini aku juga di kenalkan pada kedua orangtuanya,aku kira mereka tidak akan menerima keadaanku,tapi sungguh tak ku sangka mereka menerimaku dengan hangat,menguatkan hatiku bahwa kekurangan adalah kelebihan,adik lukas juga baik,dia anak yang manis,rambutnya bergelombang seperti rambutku,kalau besar dia pasti cantik.Sampai suatu ketika,aku tak bisa semudah dulu menemui lukas,entah kenapa,akhir-akhir ini baunya juga lain,ada bau-bau obat di tubuhnya,tuhan apakah dia sakit?tapi kenapa dia tak memberitahuku?andai saja aku bisa melihat.
Sudah seminggu dari terakhir kali aku bertemu dengannya,saat dia datang dan mengobrol denganku seharian,hingga dia tertidur di bahuku.Aku tak tahan dengan sikapnya yang seolah-olah menyembunyikan sesuatu dariku,aku mencari tahu lewat zila,namun zila tak tahu,teman-teman bandnya juga tidak tahu,terpaksa aku harus pergi kerumahnya.
Tok..tok..tok
“permisiii”ujarku,mengetuk pintu
“Iyaa,,”terdengar sautan dari dalam
“Ooh..kak dila,ayo kak masuk”kata syifa,adik lukas
“Kakak kamu mana?..mama kamu mana?”tanyaku,sambil mengikuti syifa yang menggandeng tanganku
“emmm tunggu bentar ya kak,kakak duduk duluu”sambungnya,setelah beberapa menit,
“Eh dila..”sapa mama lukas,aku pun memberitahu maksdu kedatanganku kemari “Tunggu sebentar ya,tante ganti baju dulu”
Kami meluncur ketempat lukas,kata mama lukas,dia tidak ada di rumah,dia ada disuatu tempat,
“Lukas juga udah lama pengin ketemu kamu..tapi,tiap tante mau ngajak kamu kesana,lukas gak mau,kamunya juga sibuk”jelas mama lukas
“Emang lukas ada dimana tante?kenapa dia kayak nyembunyiin sesuatu dari aku”,dia hanya diam dan terus melajukan mobil.
Sesampainya disana,aku mencium bau rumah sakit,apa? “Udah lama,lukas di rawat di rumah sakit,karena penyakitnya,obat-obatan udah gak ada efeknya lagi buat dia,dia kanker otak”,rasanya sulit menelanan ludah.
“kak lukas..kak dila disini,kakak bangun dong..”ujar syifa berusaha membangunkan lukas yang terbaring lemah di tempat tidur,dengan selang di hidung,dan infus.
Membantu mereka,setiap hari aku datang,membacakan sebuah arti kata dalam setiap pertemuan,seperti arti dari memberi sapu tangan di awal perjumpaan,itu artinya sebuah kehangatan yang di beri diawal,dan kebahagiaan di sepanjang perjumpaan dan lain-lain,aku mendapatkannya dari bunda.setiap detik aku berharap dia meresponku,setidaknya membuka mata dan melihatku,itu sudah membuatku senang.
1 tahun kemudian...
Udara hari ini terasa lebih segar,lukas sudah memberi tanda-tanda lebih baik,terakhir dia merespon dengan menggerakkan tangannya,ternyata usaha kami tak sia-sia.Dan hari ini aku di telfon kalau dia sudah siuman,aku dan zila serta bunda datang kesana.
“Dia udah nunggu kamu..”sambut mama lukas,mengantarku masuk kedalam
“Diii..laaa..”ujar lukas lirih membuatku berkaca-kaca,tak tahu berkata apa,aku duduk di sampingnya sambil memegangi tangannya
“Maaff..”, “Untuk apaaa??kamu gak salah apa-apa kok”timpalku,
“lukas..tanganmu dingin...”sambungku,”Lukassss..”seruku,kenapa dia diam saja,”Lukasss..lukasssss...lukassss”serukuu,disisi lain,mama lukas masuk dan membawaku keluar,aku mendengar ada derap kaki yang sangat keras menuju kamar lukas,aku tak peduli pada keadaan aku hanya berteriak,meneriaki nama lukas,aku takut ada apa-apa dengannya.
“Maaf bu,kami sudah tidak sanggup lagi”ujar dokter yang keluar dari kamar itu,sontak mama lukas menangis tak tertahankan,kakiku rasanya lemas,aku terduduk dan menangis sejadi-jadinya,dan tak hanya kami,semuanya juga sama,merasa kehilangan.
Ting..toong..ting..tong..
“Iyaa..”...
Mendengar suara orang berbincang-bincang,aku keluar dan bertanya”Siapa bunda?”, “Ini dokter Indri,yang sempat menawarimu cangkok mata,dia sudah mendapatkan donor mata,dan dia datang kesini,mau menawarimu oprasi cangkok mata” jelas bunda “Masalah dana ibu dan dila gak usah khawatir,ada seseorang yang mau mendanai oprasi ini”sambung dokter Indri,hatiku rasanya senang sekali,ternyata di balik kesedihanku kehilangan lukas masih ada kebahagiaan untukku.
“Bundaa aku takut..”ujarku dalam perjalanan ke kamar oprasi
“Tenang sayang..semuanya pasti berjalan lancar”
6 jam berlalu,dan oprasi ini berjalan dengan sangat lacar.
“Bunda..kapan ini bisa di buka..aduh gatel”ujarku tak sabar
“Nanti dila..sebentar lagi”kata bunda menenangkanku.Menunggu berjam-jam, “Selamat malam dila..”sapa dokter indri, “Ayo kita buka perbannya”sambungnya,ku sambut kata-kata itu dengan senyuman,tak sabar lagi melihat indahnya dunia,yang selama ini gelap di duniaku.
“Naahh..sekarang coba di buka matanya”, “Aku..aku bisa melihat..bundaa,bundaaa”ujarku sambil meraba-raba,melihat tanganku,wajahku,tak lupa aku meraba satu persatu wajah seseorang yang sudah 13 tahun menjadi bundaku,dia cantik sekali.
“Senengnya udah bisa ngliat lagi”ujar dokter Indri,aku hanya tersenyum puas.
“Dokter mata ini cantik,warnanya coklat muda,pasti yang punya mata ini orangnya juga cantik,kalau laki-laki pasti dia tampan”kataku,”Ini..surat dari orang yang mendonorkan matanya ke kamu” aku mengambil surat yang di sodorkan dokter indri
Aku memutuskan mendonorkan mata ini padamu karena aku juga ingin kau merasakan indahnya dunia,melihat burung-burung beterrbangan,bunga-bunga bermekaran,aku tak ingin kau hanya mendengarnya saja,terlalu banyak kebahagiaan yang kau berikan padaku,ini saatnya untukku membagi kebahagiaanku padamu,walau hanya sekejab aku merasakan sayangmu,tapi ini lebih dari segalanya bagiku,gunakanlah mata itu dengan baik,lihatlah hal-hal yang baik,selalu tersenyum dan jangan menangis dengan mataku!,aku sayang kamu dila (Lukas)
Ternyata maksudnya menanyakan keinginanku yang ingin di wujudkan adalah ini?
Apa kau tahu aku tak membutuhkan mata lagi untuk melihat semasa kau masih ada disini?,apakah ada kata yang lebih tinggi dari kata terimakasih,jikalau ada,akan ku katakan itu padamu,dalam pergimu,masih saja kau memikirkan orang sepertiku.Belum sempat aku mengatakan aku mencintainya,dia telah pergi.Thank you for everthing!
Pelangi Matamu
Sebuah keajaiban mampu melihat keindahan dunia dengan segala isinya.Andai saja itu terambil darimu,hanya melihat keheningan,hanya melihat kegelapan dan tak mampu merasakan keindahan dunia yang di ciptakan-Nya,apakah yang akan kau lakukan?
Hujan deras membasahi pekarangan rumahku,yah!kata ayah begitulah keadaan ketika aku lahir di dunia ini,kata ayah wajahku mirip sekali dengan bunda,dari mataku,hidungku,bibirku,semuanya.Inginku melihat bunda tapi keinginan itu harus di urungkan,saat umurku 1 tahun,bunda meninggal karena leukimia,aku sedih sekali,tapi aku bahagia karena masih ada ayah disisiku,kesedihanku tak cukup sampai disitu,saat aku berumur 2 tahun lebih 3 bulan,aku terkena penyakit,entah penyakit apa,tapi itu yang membuat kedua jendela duniaku harus terenggut,hanya kegelapan yang tersisa.Di umur 4 tahun,ayah meninggalkanku sendiri,entah apa tapi mungkin dia sudah tak sanggup lagi mengurusku,di tambah dia sudah memiliki perempuan lain yang ia cintai.
“Ayah,kita mau kemana?”tanya ku girang,aku berfikir ayah akan mengajakku jalan-jalan ke kebun binatang atau tempat wisata lainnya.
“Ki..ki..kita mau..mau..jalan-jalan,ya!kita mau jalan-jalan sayang”jawabnya sedikit terbata-bata,jujur aku tak merasakan hal-hal yang mencurigakan saat itu,sampai “ee..sayang ayah mau ke toilet dulu,ayo turun”ujarnya,menggendongku”Nahh,kamu tunggu disini ya,ayah mau ke kamar mandi dulu”,aku mengangguk.
Berdiri menunggunya cukup melelahkan,apa yang ayah lakukan, kenapa lama?aku hanya melakukan apa yang ayah katakan padaku.Hujan mulai turun membasahi wajahku,aku tak tahu harus bagaimana,hanya berdiri memeluk boneka tedy kesayanganku,sesekali aku memanggil ayah,berharap dia cepat membawaku pergi dari tempat ini,
“Ayah..ayaaaahh..ayah dila basaah ayah,ayahh!”rintihku,berharap di acepat kembali.
Aku lelah,duduk terdiam dan menangis memanggil nama ayah,”ayaaah..!”ujarku tersedu-sedu
“Ya ampun,anak manis kenapa kamu hujan-hujanan,mana orang tuamu”ku dengar ada seseorang yang mendekat,dan membangunkanku.
“Ayaah..dia bilang ke kamar mandi tapi sampai sekarang dia belum keluar-keluar”jawabku tanpa takut sama sekali.
“Astaga,anak manis,di tempat ini gak ada kamar mandi,dimana rumah kamu,biar bibi antar pulang ya?”tawarnya,ternyata ayah meninggalkan aku sendiri,hanya karena wanita itu?setega itukah ayah?bukankah dia berjanji tidak akan meninggalkan aku sendiri?
“Aku gak tahu rumahku dimana,aku gak bisa melihat bi”jelasku,aku berfikir kalau akau kembali,ayah pasti akan melakukan hal yang sama,berusaha meninggalkan aku sendiri,karena aku sempat mendengarnya berkata dia malu memiliki anak cacat,seperrti aku,yang tidak bisa melihat,wanita itu juga berrusaha membuangku,menjauhkan aku dari ayah,kalau bukan karena bujukan wanita itu,pasti ayah masih bersamaku,dan tidak meninggalkan aku seperti ini.
Bibi baik itu membawaku kesuatu tempat,dia bilang ini rumahnya,dia menampung anak-anak yang dibuang kejalanan seperti aku,”terimakasih bi”ujarku,berusaha tersenyum,”sama-sama sayang,yaudah,kita keringin badan kamu dulu ya,habis itu,baru kita makan,kamu laperkan”ajak bibi baik itu,yang belum ku ketahui namanya,”Bibi..bibi siapa namanya?”tanyaku sambil mengeringkan badanku,”Nama bibi,anya,kamu siapa?anak manis”tanyanya,”Aku dila”,”Wah namanya bagus,pantes orangnya cantik,ayo ganti baju dulu,nanti habis ini,bibi kenalin ke temen-temen kamu yang lain ya”
Sejak itu,aku tinggal bersama bibi Anya,sekarang aku mulai memanggilnya bunda,sama seperti anak-anak lain di tempat ini,disini ada sekita 10 anak asuh yang di miliki bunda,ada yang cacat sepertiku,ada juga yang tidak,sebenarnya masih banyak anak asuh bunda,tapi yang lainnya dipindahkan ke panti asuhan yang bekerjasama dengan bunda,karena rumah bunda tidak terlalu besar untuk menampung semuanya,apalagi bunda hanya menerima pesanan kue,uangnya tak cukup menghidupi lebih dari 10 anak asuh,10 saja masih kurang-kurang.Beberapa kali aku mengobrol dengan bunda tentang mataku,ternyata mataku bisa dioprasi dan di ganti dengan yang baru,istilah medisnya cangkok,tapi itu butuh uang yang banyak,aku juga tak memaksa bunda mewujudkan inginku ini.
“Kalau kamu mau bunda bisa usahain “
“gak usah bunda,gak usah,uangnya buat makan kita sehari-hari aja”ujarku,padahal dalam hati aku ingin sekali oprasi mata,aku hanya bisa mengenali orang dengan meraba wajahnya,untung mataku ini tidak kelihatan seperti mata orang buta,masih utuh hanya saja bagian dalamnya yang rusak.
Disini aku masih bisa mengenyam pendidikan,walau tidak secara formal,Kak Andita,dia guru di SMPN 1 ,dari dia aku bisa mempelajari pelajaran anak-anak SMP,dia juga bilang aku ini anak yang cepat sekali mempelajari hal baru,
“Nah itu dila bisa”itulah ekspresinya ketika aku berhasil mnjawab pertanyaanya,aku juga belajar pelajaran SMA dari anak asuh bunda,namanya Kak tasya,dia manis sekali,suaranya lembut sama seperti bunda,dia anak kandung bunda,anak satu-satunya,kak tasya juga cuma punya 1 orang tua,ayahnya meninggal karena kecelakaan kerja,ada satu lagi kakakku,namanya kak zila,dia baru kulliah semester 1,dia yang dekat sekali denganku,dia cantik,dia sering mengajakku ke tempat kuliahnya,dia tak malu sedikitpun memiliki adik buta sepertiku,dia selalu menjawab,
“Biar buta tapi dia cantik,dan dia adikku”begitulah yang sering dia katakan,ketika melihat ada orang yang mengejekku
“Kakak,maaf ya,gara-gara aku”
“Udah ah gak papa,mereka sirik aja sama kamu,huh,dasar”.Kata teman-teman kak zila,kak zila itu tomboi,setiap kuliah hanya memakai blazer hitam atau putih,dan kaos serta jeans ¾ ,terkadang dia juga memakai topi,dari kak zila aku punya banyak teman dari luar,tak hanya dari lingkungan rumah saja,banyak dari mereka yang memujiku cantik dan mirip dengan kak zila,tapi aku tak bisa membuktikan itu,karena aku tidak bisa melihat wajahku sendiri,paling-paling merabanya saja,dan membayangkannya.
Walaupun aku buta,tapi aku bisa memainkan beberapa alat musik,seperti biola dan piano,tak mudah menghafalkan tiap-tiap nadanya,aku belajar itu sedari umur 7 tahun,awalnya aku hanya ikut-ikutan kak zila memainkan piano,lama-lama bunda tahu dan bunda mengajariku bermain piano,begitu juga biola,kalau biola kak tasya yang mengajariku,dia senang mendengarkan melodi-melodi yang aku mainkan,pernah sekali aku tampil di cafe temannya kak zila,melihat bakaatku managernya menawariku bermain piano disana,aku mau tapi bunda khawatir kalau-kalau ada apa-apa.
“waah,lagi nlamunin apa nih”tanya sila,salah satu anak asuh bunda,dia selalu jail dengan yang lain,tapi dia baik padaku,dia seumuran denganku,magkanya aku juga dekat dengan dia.
“Aku pengin banget ambil job di cafe itu,itung-itung bantu bunda,tapii,bunda”ujarku
“Aku sih setuju aja,tapi kalau bunda gak ngebolehin,aku mending gak aja,tapi,kalau kamu emang udah bulat kenapa enggak,kebetulankan sekolahku deket situ jadi kalau pulang kita bisa bareng”ujar sila.
“Oh ya,kalau gitu kita coba,janga bilang bunda dulu”sambungku
Siang sekitar jam 2,aku siap-siap untuk pergi ke cafe itu,memakai dress chiffon selutut dan rambut di kucir kebelakang,aku berangkat dengan alasan ke toko buku,terpaksa aku membohongi bunda,tapi ini demi membantu bunda,pekeerjaan kak tasya dan kak andita kurang membantu,karena mereka hanya guru honorer,apalagi sekarang anak asuh bunda tambah 5 lagi,masih bayi-bayi lagi.
Di jalan aku berusaha dengan hati-hati melangkah,aku sudah terbiasa jalan sendiri,tapi belum pernah sejauh ini,karena itu aku harus hati-hati,di tengah jalan.
Braaakkkk...
Aku menabrak seseorang hingga buku-buku yang ia bawah jatuh,aduh kenapa bisa seperti ini
“Maa..maaf yaa”ujarku takut
“Iaa gak papa..tunggu,kayaknya aku kenal kamu”ujar orang itu,aku tak berani menoleh dan terus berusaha merapikan bukunya
“Kamu adiknya zila ya?”tanya orang itu,aku juga tak asing dengan nada suara itu,sedikit serak-serak dan lembut
“Aku Lukas,kita pernah ketemukan?kalau gak salah waktu kamu ikut ke kampusnya zila iyakan?”tanyanya.
“Oo..kak lukas,iya aku dila,maaf ya kak bukumu jadi berantakan”ujarku
“Iya gak papa,kamu mau kemana,aku anter ya?”tawarnya
“gak usah-gak usah,kalau di anter aku gak afal-afal sama jalannya”
“Aku temenin jalan kakik,motorku biar aku titipin disini dulu,ya?”,aku pun mengangguk,ya!itung-itung temen ngobrol selama perjalanan.Di sepanjang perjalanan aku dan kak Lukas banyak bercerita,ternyata dia orangnya enak di ajak ngobrol.
“Ternyata kamu mau kesini?”tanyanya
“Pulangnya jam berapa?”tanyanya lagi
“Emm..gak tahu..kayanya agak malem,kenapa kak”tanyaku balik
“Yaa...kasian aja kalau kamu jalan sendiri,malem-malem lagi,mau aku anter pulang?”tawarnya,aku hanya tersenyum malu,”Heh kok malah senyum?mau enggak?”,”Emm kalau gak ngrepotin,mau-mau aja”jawabku.
Sepulangnya dari cafe,
“Tunggu,kak,mau gak bantu aku?”tanyaku sebelum turun dari mobil
“Emm..bantu apa?”jawabnya
“Nanti,bilang sama bundaku ya,kalau tadi dijalan sepulang dari toko buku,aku ketemu kakak terus di ajak makan sampek malem,ya?kalau enggak aku pasti di marahin buda,yaa kak pleas?”pintaku
“Ha?haha...jadi kamu minta aku bohong sama bundamu,haaah,ckck,jadi kamu tadi keluar ijinnya ke toko buku?dila..dilaaa..!”ujar kak lukas heran,
“Kak,pleasss ya?”
“terus kalau aku bantu kamu ni,besok-besok kamukan pulang malem lagi,kamu mau ngomong apa?”tanyanya
“Yaa...emmm”,”Tu kan bingung,gimana kalau aku bantu mintain ijin ke bundamu”,aku langsung kaget,gimana kata bunda nanti,dia pasti marah.Tapi kak lukas ada benernya juga,lambat laun bunda juga akan tau,aku pun menyetujui ide kak lukas,jujur aku jadi takut masuk rumah,tanganku dingin,dan entah bagaimana ekspresi mukaku.Mungkin kak lukas melihat mukaku yang takut dan tangan yang dingin,hingga dia menggandengku,dan berkata”Gak usah takut,ayo”seketika rasa takutku mulai hilang mendengar perkataan kak lukas.
Kami mulai masuk kedalam rumah,suasananya biasa-biasa saja tapi menurutku ini menegangkan,mebuatku selalu menarik nafas panjang –panjang.Orang pertama ayng menyapa kami adalah kak tasya,
“Eh dila,sama temennya ya,ayo masuk”ujar kak tasya mempersilahkan
“Kak tolong panggilin bunda ya”ujarku,kak tasya pun memanggilkan bunda
“Loh lukas,kok ada disini?”tanya kak zila heran,kak lukas pun menjelaskan maksud kedatangannya,
“Eh ada tamu,ada apa ya,katanya nyariin bunda?”tanya bunda padaku,aku semakin deg-deg’an,aku hanya diam menunggu obrolan mereka.
“Jadi,maksud lukas kesini,mau mintain ijin dila kerja di cafe itu?”tanya bunda
“Iya, tante...cepat atau lambat pasti tante juga akan tau ,jadi aku kesini mau bantu dila dapet ijin kerja disana”,”Bunda..kasih ijin ke dila ya”sambungku
“Aku janji,bantu jagain dila,”ujar kak lukas meyakinkan,”Iyalah bun,kasih ijin,dila kan juga udah gede”tambah kak zila sambil mengelus pundakku.
“Haaah..kalau gitu,bunda kasih ijin,tapi kamu janji,jangan pulang lebih dari jam 6,tante pegang janji kamu lukas,dan omongan kamu zila”aku memeluk bunda sebagai tanda terimakasihku.
to be continue
Aku Sayang Kamu part III
“tunggu nak,siapa namamu?”cegah wanita itu memegang pundak syara,aku yang ada di dekatnya sontak kaget dengan kejadian itu.
“Syara,kenapa?”jawab syara santai,
“Syara ayo,kita bisa ketinggalan”selaku,melihat kapal yang sudah siap berangkat
“Syara?”ulangnya dengan muka terkejut.
Juni
Sebentar lagi,hari ulang tahun Syara yang sebenarnya,kalian mau tahu kenapa aku bisa tahu?,ini berkat bantuan dino
“oo itu kira-kira bulan juni,tanggal berapa ya,emm sama aku cuma 1..2..3..kira-kira tanggal 18,jaraknya 3 hari sama ulang tahunku”jelas dino sambil melahap pisang goreng buatan mamaku
“Hati-hsti nsnti keselek lo”ingat mamaku
“hehe iya tante..wah tante..pisangnya enak banget”pujinya,dasar dino..dino
Semua persiapan sudah aku atur sedemikian rupa,untungnya dia belum tahu kalau rumahku dekat dengan rumahnya,masalh ini juga sudah aku bicarakan dengan mama,dan teman-teman sekelas,mereka juga setuju.
18 Juni
“Kamu mau bawa aku kemana sih?”tanya syara pada nawang,anak paling modis di kelas,dia membawa syara ke salon untuk meriasnya,dengan gaun yang simple dan cocok untuk anak seumurannya
“nawang apa-apaan sih,Cuma mau makan malem sama keluargamu masak aku harus di dandani gini”ujar syara
“Udah dieeeeeeeeeeeemmmm..”
Beberapa jam kemudian...
“Jadi deh,oke kita siap jalan,tunggu bentar ya,aku angkat telfon dulu”ujar nawang
“Kamu...wah kamu cantik banget,mau kemana”tanya wanita paruh baya pemilik motel itu pada syara,ternyata diam-diam dia mengikuti syara,dan mencari tahu tentang syara.
“makasih,emm mau makan malem di rumah temen”jelas syara,”Sorry aku mau angkat telfon dulu ya”sambung syara,seraya membuka telfonnya”Hallo,papah?aku?aku ada di salon,ketemu?iya,aku sms tempatnya,iya aku tunggu”,
“eeh tante,kok ada disini?syara ayo,mamahku udah nunggu”ujar nawang menghampiri syara,
“iya tante kebetulan mau nyalon disini,eh ketemu kalian,cantik-cantik nii”
“nawang tunggu bentar ya,papahku mau kesini,”sambungku
“papah kamu?dia udah pulang?,iyadeh..”
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya,syara menghampiri sebuah mobil berbentuk alpard ,dari sana keluar sesosok lelaki berumur kurang lebih 60 tahun dengan jaz hitam dan kacamata bening,memelukk sang anak dengan berkata “Happy birthday dear”ujarnya pada syara,namun syara tak meresponnya sedikitpun,dia terlalu terluka hingga tak tahu harus bersikap seperti apa pada ayahnya sendiri.Muka kaget serta tak menyangka terlukis di wajah wanita paruh baya itu,
“Aku ada acara...aku pergi”ujar syara sambil memberi kode pada nawang untuk segera meninggalkan tempat itu.
“Jangan nglamun..gak baek aah”ujar nawang melihatku dari kaca.
Setengah perjalanan,nawang meminta syara menutup matanya dengan kain,aku yakin waktu itu,pasti syara sudah curiga.Sesampainya di tempat,lantunan harpa terdengar,dimainkan dengan sangat indah oleh Klara,anak seni musik yang akhir tahun ini akan meneruskan sekolahnya di Amerika,tata letak tempat yang memilih tema outdoor di tata dengan baik oleh hendra dkk,yaa!dia memang suka dekorasi,kursi-kursii dan meja-meja kayu pendek ini adalah rancangannya dia sendiri,sempat menganggur di gudangnya selama beberapa tahun setelah pernikahan kakaknya,dan aku pinjam saat aku melihatnya sedang di jemur di halaman rumah hendra,lampu-lampunya juga,sangat pas,dan simple,cafe outdoor ini milik nawang,jadi aku tidak perlu mengeluarkan uang untuk patungan,hehe.
Menunggu beberapa jam ternyata cukup melelahkan,namun itu terbayar sudah,setelah melihat syara dengan riasannya yang membuatnya sangat beda dari biasanya,membuatku tak bisa mengenalinya lagi,rambutnya terurai,kriting gelombang di bagian bawah,poninya di kepang dan di tarik ke belakang,di kucir lalu di kepang lagi,gaunnya sederhana,warna kulit,dari bahan chiffon ,dan panjang di atas lutut,sedikit di buat bertumpuk-tumpuk bagian bawahnya,kalung berlian kecil yang sangat sederhana,sepatu yang warnanya sama dengan gaun berhak 5 cm. 

Aku menyambutnya dengan penuh senyum,namun dia tak merespon kehadiranku disitu,dia hanya menatap sekitar dan bertanya”Dari siapa idenya?”,dengan semangat nawang menjawab,”Yuan lah,baguskan?”,entah kenapa dia langsunng menamparku,dan berlalu begitu saja,bodohnya aku waktu itu tidak langsung mengejarnya.Aku sadar lalu mengejarnya setelah aku sadar tentang perasaanku selama ini,aku berlari dan bermaksud mengungkapkan perasaanku,namun.Aku melihat syara bertemu seorang wanita yang tidak asing utntukku,wanita itu lagi,bu Anya,sebenarnya siapa dia? Selalu ada dan mendekati syara,atau mungkin dia?.
“Syara”serunya,syara hanya diam dan menatapnya dengan muka penuh tanya
“tante..kenapa tante disini”
“akhirnya aku tahu dimana kamu tinggal,ternyata kamuu tinggal disini,di desa ini sayang”,karena tak berani mendekat aku hanya bersembunyi di balik pohon,ada apa di antara mereka.
“Kamu,semakin cantik,pantes papah kamu,ngambil kamu dari mamah”
“Mamah?”seru syara terkejut,”Aku mamah kandung kamu sayang”
“Kamu?...mamahku?..mamah...kamu bukan suruhan nenek sihir itukan?buat ngejebak aku?”,wanita itupun menggeleng dan mengelus-elus pipi anaknya,dan menitikan air mata
“Mamaah..kamu mirip sama aku,matamu,bibirmu,kamuu bener mamahku?”
“Anya”seru seseorang,”Mas,kamu juga disini?”,”Aku lihat kamu di salon tadi,walau kamu kira aku gak tahu tapi aku sebenernya tahu,aku seneng kamu baik-baik aja”ujar papah syara,”sayang ini mamah kamu,mamah kandungmu,papah minta maaf pernah misahin kamu sama mamah kamu,dan aku minta maaf anya,udah buat kamu menderita selama ini,karena istriku,aku minta maaf”sambung papah syara sammbil menangis tersedu-sedu,melihat itu aku juga menitikan air mata,tanpa sadar,aku senang akhirnya syara bertemu seseorang yang selama ini dia ingin temui,dia sempat aku tanyai soal arti ibu dalam hidupnya dan dia menjawab”Dia lebih dari jiwaku,aku bisa kehilangan jiwa dan ragaku,asalkan aku bisa nemuin dia,adanya mamahmu yang deket sama aku,ngasih aku sedikit gambaran seandainya aku punya mamah,pasti dia sayang sama aku,sama kayak mamah kamu yang sayang sama aku”
Pertemuan itu memberi sedikit kebahagian pada syara,walau awalnya masih marah dengan keadaan lama-kelamaan syara mampu menerimanya,dengan adanya mamah kandungnya dia juga lebih nyaman sekarang,ternyata setelah kejadian 16 tahun yang lalu itu,mamah syara pergi merantau ke Hongkong dan disana dia bekerja,lama disana dia merasa rindu pada keluarganya,dengan uang yang cukup banyak hasil menjadi pelayan disana ia pulang memboyong keluarganya pergi dari desa ini ke Bandung,disana ia membuka restoran,sedikit demi sedikit berkembang dan akhirnya menjadi restoran yang perkembangannya terpesat disana,dia juga membuka beberapa saham di bidang pariwisata,melihat hidupnya cukup baik bahkan lebih dari baik,saatnya ia mencari anaknya,dan akhirnya mereka bertemu.Kakak syara tak mampu melawan penyakitnya,ia akhirnya meninggal,tapi syukurnya syara sempat menungguinya beberapa minggu,dia sempat berpamitan juga denganku,ia membawa papah dan mamahnya ke rumahku untuk makan malam sekalian pamitan beberapa minggu tinggal di Autralia,mamah tiri syara stress mendengar kabar ini,kabar terakhir dia menjadi sedikit terganggu kewarasannya,selama ini mamah tiri syara mengejar hati papah syara,tapi karena tidak tahu bagaimana caranya dan kebenciannya pada syara dia jadi wanita yang terlalu menyedihkan.
“Bisa keluar sebentar”bisik syara,aku dan dia pun berjalan menuju balkon rumahku.
“Ada apa?”ujarku pura-pura tidak tahu
“Besok aku ke australia,mungkin bulan depan baru pulang”
“terus?”timpalku,syara membalikkan badannya ke arahku,”Jangan lupain aku ya,sering-sering telfon,kasih tau yang lain,suruh mereka jangan lupain aku”ujarnya dengan merunduk menutupi linangan air matanya,
“Gak usah kamu minta,aku gak bakal nglupain kamu”kataku sambil mengangkat dagunya,diapun tersenyum,
“Syara..boleh aku jahat sama kamu sekalii aja”.aku pun memberinya ciuman di bibir,”Aku kira kamu marah”seruku,dia bergeleng dan mengelus pipiku,”Aku tau kamu udah lama suka sama aku,tapi aku Cuma nganggep itu sebagai angin lalu,akhirnya aku jatuh cinta juga sama kamu,caramu buat aku mau nerima hatimu udah buat aku cukup yaah tersentuh,aku sayang sama kamu yuan”jelasnya,mendengar itu jantungku berdegup lebih kencang,tak kusangka akhirnya rasa ini berakhir dengan indah.
Beberapa bulan kemudian
Sekolah tinggal 1,5 tahun lagi,hari ini sekolah penuh dengan acara,semacam event-event,dan aku sebagai pengisi acaranya,bersama bandku aku menyanyikan beberapa buah lagu.Bandku saat ini sudah penuh dengan jadwal manggung,off-air ataupun on-air.
Hari ini tepat satu bulan syara pergi,rasanya sepi juga tidak ada hadirnya disini,teman-teman sekelas juga mulai ribut menanyakan kepulangannya”haaah kapan sih si syara pulang,gak ada dia sepi juga nih,biasanya kalok ada dia bisa seru-seruan,walaupun kadang-kadang dia aneh”seru nawang,sambil berkipas-pisah,hari ini memang panas,aku,anak-anak bandku dan anak-anak sekelasku duduk-duduk di bawah pohon rindang
“Iyaa,,mana tu pacar kamu”sambung klara,”haa,ngarang ni,kapan jadian”kilahku
“Gimana kalok sekarang aja,jadiannya”dari balik pohon kudengar suara seseorang yang aku kenali,suara khas serak-serak lembutnya,syara???
“Cieeeee...ehem..ehem”seru mereka semua
“Kamu udah pulang kok gak bilang-bilang”ujarku kaget,tak menyangka dia ada disini,di saat aku benar-benar merindukannya
“Maaf,aku kan mau kasih kejutan ke kamu,gimana tadi,di jawab dong”
“ayoo dong di tembaaakk”seru nawang memprofokatori,syara hanya senyum-senyum sambil melihatku.
Keadaan seperti ini sangat aku benci,”Huuuftt..syara,apa kamu mau jadi seseorang yang selalu ada di hatiku,selalu ada untukku saat aku terluka atau bahagia?”,”Waaaaah terlalu resmii kayak mau nikah aja”seru hendra,”Kok Cuma diem sih,jawab dong”sambungku,sejenak suasana ini cukup
Rabu, 21 Desember 2011
Aku Sayang Kamu part II
“Itu rumah keluarga Hendrawan”jelas Doni,teman baruku di tempat ini
“Apa?”aku terkejut mendengarnya,kalau ini rumah keluarga Hendrawan,berarti ini rumah Syara??,kami sekomplek?,tak melewatkan kesempatan aku pun bertanya-tanya seputar keluarga itu,dan doni mau menjelaskannya padaku,
“Dulu mereka itu kayak keluarku gitu,sederhana tapi,semenjak perusahaannya berkembang pesat mereka jadi kayak gitu,kaya,wuiih tanahnya dimana-mana,tu tu,yang disana,itu udah di beli sama keluarga Hendrawan,buat apa kita belum tahu,tapi jujur aku kasihan sama anaknya”
“Kenapa?”,”Ya kasihan aja,coba aja ya,Cuma bisa liat orang tuanya 5 tahun sekali,apalagi sekarang orangtuanya entah kemana,mereka udah gak bareng-bareng lagi,pak hendrawan udah punya istri baru,istrinya yang lama gak tahu kemana,terakhir yang aku tauu sih,dia jadi duta di belanda,pulang Cuma musim dingin aja,”
“Emang anaknya ada berapa?
“Ada dua,cewek semua,wuiih mereka itu cantik-cantik lo,apalagi kakaknya,heembh beeh bisa langsung jatuh cinta kamu,Cuma liat sekali aja,tapi,sayangnya dia lagi di australia,pengobatan,dia kena kanker otak”
“Ooo...”,pantes aja kemarin dia ijin keluar kota,ternyata mau ke australia
“Rumah ini sepi,cuma di tempati anak keduanya sama pembantu-pembantunnya,aku paling kasian sama anaknya yang terakhir,dia kayak gak di anggep di keluarga ini,cuma gara-gara dia anak gelap,sebenernya pak hendrawan punya perempuan yang dia sayang,dan dia cintai tapi orang tuannya gak setuju dan kehidupan perempuan yang di sukai pak hendrawan itu di kacauin,karena pak hendrawan gak tega dia terpaksa dengan berat hati nerima pernikahan itu,tapi setahuku,yaaa,biasalah aku kan sumber informasi,hehe,sebelum dia nerima perrnikahan itu,mereka ketemuan di rumahnya perempuan yang pak hendrawan suka,kebetulan perempuan itu warga sini jadi sebagian warga tahu,yaa,paling cuma keluargaku sama RT disini,”sambung doni
“terus apa yang mereka lakuin,di rumah perempuan itu”ujarku dengan serius mendengarkan cerita doni
“kata ibukku sih,mereka ngelakuin hubungan gituan,dengan penuh terpaksa dan sedih,gitu,katanya sih gitu hehe,sebenernya pak hendrawan gak mau tapi perempuan itu maksa,dia gak mau keperawanannya di ambil sama orang yang gak dia sayang”
“serasa romeo juliet banget,terus?”
“haaah kamu ini,terus terus mulu,ya gitu akhirnya mereka ngelakuin hubungan itu terus 9 bulan kemudian lahir deh anak perempuan yang cantiiiiiikkk banget,kejadian itu sampek ke telinganya pak hendrawan,lalu pak hendrawan dateng dan minta anak itu,dia bilang,biarkan aku memiliki buah hati darimu sebagai ganti aku yang tidak bisa memlikimu,terus perempuan itu ngrelain bayinya di bawa sama pak hendrawan,dan istrinya itu iri,dia sirik sama anak itu,gara-gara suaminya lebih sayang sama anak itu dari pada anaknya,ternyata beberapa bulan sebelum kejadian di rumah gubuk itu,perempuan yang di jodohin sama pak hendrawan udah hamil duluan,dia bilangnya itu anak pak hendrawan,ia sih,pak hendrawan pernah bermalam di rumah istrinya itu,gara-gara hujan,dan waktu itu,pada habis mabuk-mabukan,yaa biasalah pestaa orang kaya,gak tau deh aslinya itu anaknya pak hendrawan apa jadi-jadian”
“kasian anaknya yang kedua,”,”untung aja anaknya dari istrinya itu baek,gak peduli seberapa benci ibunya sama adiknya,dia tetep sayang,cuma adiknya aja yang gak mau deket-deket sama kakaknya,di takut kalau-kalau di pukul atau di apain lagi sama ibunya gara-gara kakaknya terluka atausakit gara-gara ikut-ikutan dia”
Hari H battle dance,
Hari ini aku benar-benar tidak bisa mengendalikan perasaanku,gelisah,takut,bahagia,semuanya jadi satu,tapi semua itu sedikit reda setelah ku lihat dia di balik ruang ganti,ku lihat dia sedang bersiap-siap,ingin rasanya mengahmpirinya tapi aku tidak bisa.
“Kamu kesini”ujar seseorang di belakangku,saat ku berbalik
“Aemm,iyaa,anak-anak yang ngajak aku,sukses ya”sahutku memberi semangat,dia pun membalas dengan senyum,baru sekali ini dia tersenyum padaku.
Semua berjalan dengan lancar,tinggal menunggu pengumumannya,aku yang duduk di kursi penonton saja merasakan groginya,yaah,aku dulu pernah ikut battle ini,tapi itu dulu,sampai aku harus oprasi kaki,karena kecelakaan,tapi sekarang mulai membaik,ingin rasanya kembali kesana,tapi apa mungkin?juri-juri itu juga sudah kenal denganku,malu rasanya kalau bertemu dengan mereka,itu yang menjadi pertimbangan keduaku kenapa tidak mau datang ketempat ini,tapi kalau bukan karena teman-temanku yang sedari pagi menungguku di luar rumah,hanya demi mengajakku kesini,aku tidak akan datang.
“Oke guys,hallo,apa kabar semua,masih semangat,wooowww semangatnyaa manaaaa??,okee,sepertinya kita kedatangan tamu istimewa nih,ck pemegang piala 5 kali berturut-turut dan harus vakum karena oprasi kaki,Yuan apa kabar?”
“Oke bosss!”seru sambil mengangkat kedua ibu jariku,tidak kusangka mereka masih ingat denganku.
“Oke semuaa,kita umumkan pemenangnya,dari bawah ke atas yaa guys,okeeee!!pemegang sekor 198,dengan urutan 3,dari SMAN 5,tepuk tanganyaaaa!!,okeee beralih kejuara 2 kita,denga sekor 297,oke,siapa ya?penasaran?deg-deggan?,oke langsung aja ya,dari SMAN 10,dan yang terakhir,waah sekornya tinggi nih,siapa ya?,hemmmm,gimana kalok pemenang pertama kita kasiih kesempatan battle sama pemenang kita yang udah 5 kali berturut-turut?gimana?setujuuu??okee,semua setujuu,baiklah,pemenang pertama kita atas nama,atasss namaaaa Syara Putri Hendrawaannn,silahkan pemenang pertama majuu dan naik ke atas panggung”
“Mana niii,pemenang kita yang udah 5 kali berturut-turut?majuu dong,sebagai penutup,battle dance”
Sedikit menundukkan kepala terpaksa aku maju,yah!sebagai penyemarak acara saja,
“Wow,kamu juga ikut ini,dulu?”ujar syara lirih sambil menatapku
“Iyaa..kamu gak percaya?biar aku buktiin”timpalku memulai battle itu,
Bulan demi bulan kami lewati dengan penuh warna,teman-teman sekelasku memang penuh kejutan,akhir-akhir ini kami baru saja pulang dari raja ampat
Kami berangkat dengan kapal pribadi milik hendra,ya!ayahnya pengusaha batu bara dan minyak bumi,tidak heran dia punya kapal pribadi,kami ber 30 menikmati perjalanan itu,melepas lelah setelah mendapat masalah dengan sekolah,masalah karena uang praktek yang mereka kira kami korupsi,dan paling tidak mengenakkan,yang di salahkan itu wali kelas kami,yang kami anggap ibu sendiri karena saking baiknya dan perhatiannya dengan kami,sakit sedikit dia pasti menjenguk,tak perduli parah atau tidak penyakitnya,dan jika ada yang alfa pasti dia mencari tahu kenapa anak itu tidak masuk dan lain-lain,keluarga kami juga dekat dengan keluarga wali kelas kami itu,Ibu Indri namanya,kami sering memanggilnya mami,sebagai wujud sayang kami padanya.
Sampai di pelabuhan,kami di manjakan pasir putih yang lembut sungguh mengagumkan,kami pun di ajak ke penginapan,semacam motel di dekat pantaii itu.
Anak-anak perempuan yang sudah tidak sabar untuk berenang langsung menuju ke pantai lengkap dengan perlengkapan mereka,dan anak laki-laki sebagian bersantai di motel,dan sebagian mengitari pantai dengan ATV,termasuk aku,
“Mau naik ATV”tanya syara,yang tiba-tiba sudah ada di dekatku,sejak battle itu,aku jadi lebih dekat dengannya,ternyata kami memiliki banyak kesamaan.
“Iya..mau balapan?”tawarku,ia pun mengangguk,dan hari itu,menjadi kali keduaku beradu kecepatan dengannya,setelah pacuan kuda di rumah hendra beberapa waktu lalu,yang dia menangkan,aku tidak mau kali ini aku kalah lagi.
“Bagaimana pengelolaan motel disini pak?”ujar seorang wanita setengah baya,di lihat-lihat wajahnya lebih muda dari umurnya,topi pantai,blazer putih dan longdress selutut membuatnya lebih tampak muda.
“Yeeeee...aku menang..”seru syara...
“Iyadeh kamu lagi yang menang”timpalku lemas,ini yang kedua,sampai kapan aku kalah?!
“Siapa gadis itu”tanya wanita paruh baya berwajah muda itu pada pemilik motel sambil menunjuk ke arah Syara
“Ooo itu dia termasuk dari tamu kami,dia dari jawa”jawab pemilik motel
“Dia cantik..”sambung wanita itu
Terlalu lama kami di sini,dan akhirnya,hari minggu pun kami putuskan pulang,
“baiklah anak-anak,terimakasih atas kunjungan kalian kesini”sambut wanita paruh baya yang ternyata pemilik motel di pulau ini,Anya namanya.
“Iya,kami juga berterimakasih atas sambutan hangatnya”ujar hendra,kami pun pergi menuju kapal
“tunggu nak,siapa namamu?”cegah wanita to be continue loo..^^
Langganan:
Komentar (Atom)