aerin

aerin
just

Senin, 02 Juli 2012

ceritaku tentang bawel


Libur telah tiba..libur telah tiba!yey happy holiday semua.
Hari ini aku banyak inget tentang seseorang.Dia bawel,mangka dari itu aku sering manggil dia bawel.Dia gak kalah,dia juga punya panggilan 'Upil' yap!dia biasa manggil aku itu.Inget banget sama alesan dia manggil aku itu,haha alesannya sepele banget.Gara-gara aku ngirim filosofi tentang cinta yang aku ibaratkan sama U P I L.Sejak itu dia manggil aku upil.Emm!inget caaranya manggil aku jadi sedih,why?karena sekarang udah jauh dari aku,emm!gak ada masalah sih.Cuma big problem aja!haha(mencoba menghibur hati).Bawel itu anaknya baik,walaupun dia lebih tua 3 tahun dari aku,tapi tingkahnya dia masih kayak anak kecil.Sering aku bingung mana yang tua mana yang masih anak kecil.Why?coz,aku yang sering keliatan dewasa kalau jalan sama tuh anak!.Coba aja bayangin,dia pernah nyamperin aku sambil lari nyamping gitu plus manggil "upil..upil"bener-bener gak bisa dibayangin deh!.Tapi,kalau dia dah kultum,mbeh!bosen sih enggak so,apa yang dia cerita'in ke aku gak pernah sama cara nyampe'innya.Aku sering minta dia dongeng kalau keeeetemu aku,sampek-sampek dia bilang ke temenku "Nih!ni anak kalok ketemu aku,mbeh mesti minta didongenin,emang ketemu cuma buat dongeng apa".Sekarang,aku gak bisa denger lagi ceritannya dia,gak sesering dulu.Kangen sih!liat caranya dia cerita,isi ceritannya.temen-temenku sering minta buat gak terlalu inget dia,tapi gak bisa.Udah kebanyakan kenangan sama dia
.Dia itu orang paling aneh yang pernah aku kenal.Dan juga orang paling baik yang pernah aku kenal.Tuhan!kalau aja aku dilahirin lagi,aku mohon jangan pisah aku sama ni anak kayak sekarang.Hal yang paling aku inget dari dia,bawel itu suka banget cerita.Dan setiap dia cerita,amazingnya aku ga pernah bosen buat dengerin dia ngoceh.Berasa jadi pendengar setia.Dia cowok paling gak bisa au tebak selama 16 tahun ini.But,so far i love it!au suka dia bukan dari latar belakangnya,atau apapun yang ada di badannya.Aku mandang dia dari hatinnya.Entah kenapa,kalau bawelku deket,aku bisa ngerasa itu.Walaupun sering-seringnya dia gak ngerasa aku ada dan aku merhatiin dia.

Merpati Jantanku

Udah lama gak bua blog!hmm rasanya kangen nulis-nulis lagi kayak dulu.But,sekarang aku banyak kegiatan(tugas)yap!udah SMA guys!.Capek sih!but,namanya juga sekolah.
Oh ya!hari ini au mau ngebagi cerita yang sempet aku kumpul buat tugas bahasa Indonesia.Inget banget waktu itu guruku bilang "ceritanya harus dari pengalaman pribadi"seeetdaah! bingung mau pilih pengalamankku mana yak!.Dan akhirnya cerita ini yang aku pilih.Walaupun sekarang akhirnya "takdir tuhan gak ada yang bisa nebak".Sedikit curhat.Sekarang aku lagi jauh sama tuh orang!tapi aku yakin jodoh itu gak akan kemana.Aku cinta dia,sangat cinta mungkin cuma itu yang bisa aku ungkap'in.


"Merpati Jantanku"
Malam ini terlalu sepi untukku lewati sendiri.Dia,Wesa Perdana Putra.Entah kemana malam ini,mungkin dia sedang bekerja di cafenya.Yap!kalau tidak ada kesibukan lain,biasanya dia bekerja di cafe dekat rumahnya atau sesekali mampir untuk bantu-bantu di cafe  kakaknya.
Untuk mengusir kesepianku,aku membuka laptop.Yah!barangkali ada yang asik,sembari menungu sms dari wesa juga sih!.
Mataku langsung tertuju pada wallpaper merpati.Soal merpati,aku memiliki kenangan tersendiri tentang burung ini.Semua itu berawal dari pertemuan tak sengaja,antara aku dan orang aneh bernama Wesa Perdana Putra.
Masih teringat jelas,malam itu malam minggu.Ada pesan masuk di ponselku,aku kira anak-anak kelas 10.2 ya!biasalah anak muda,walaupun sudah bertemu dikelas tapi tetap saja  telfon-telfonan atau sms-smsan,eh!ternyata aku salah,ini dari nomer asing.Aku tanya identitasnya dan menanyakan dapat nomerku dari siapa,orang itu bilang namanya Bimo,anak Palembang dan dia dapat nomerku dari orang yang namanya Wesa.Kata Bimo dia satu sekolah denganku.Aku tidak langsung percaya,akupun minta nomer orang yang bernama wesa itu.Dalam hati kurang terima juga sih!,enak saja menyebar nomer orang seenaknya.
Dalam hati “Kayaknya aku pernah deh!smsan sama orang yang namanya wesa,apa ini wesa yang sama,kata bimo!dia anak SMA 11,h tapi apa bener?”.Dengan seluruh rayuan serta ancaman akhirnya bimo mau memberikan nomer wesa padaku.Singkat cerita,setelah awalnya berdebat dan bantah-bantahan dengan wesa,baru aku tau.Kalau wesa yang selama ini smsan denganku adalah gadungan dan nama aslinya itu Alan,dia hanya meminjam nama wesa saja,untuk sms aku.Dan wesa yang asli ini,dia  tidak tau apa-apa,pantas saja dia membantah kalau dia tidak kenal aku, dan akhirnya setelah dia mengenalku,kalimat pertama yang dia katakan“Oh!kamu nara yang disukai surya ya!?”ujarnya di sms.Mukaku langsung merah,marah tapi yaudahlah itu juga hanya gosip.
Dari seringnya mengobrol di sms,banyak hal yang aku ketahui tentang wesa,contohnya dia itu anak yang baik,asik,dan bisa di ajak tukar pikiran,oh ya!banyak juga kesamaan antara aku dan wesa.Dari kesukaan warna,makanan,minuman,hobi,tempat hunting,hangout,cara menyikapi suatu masalah sampai-sampai pandangan kedepan juga sama,nah!karena itulah,kita jadi lebih dekat dan akhirnya memilih menjadi kakak adik.Dia benar-benar aku anggap sebagai kakakku sendiri,selain perhatian dan tak pernah absen menanyakan apakah aku sudah makan dan solat belum,dia juga membantuku setiap aku ada masalah.Begitupun aku ke wesa,aku sayang wesa.Seperti kakak sendiri.
Pagi itu,pagi dimana wesa menampakkan diri untuk pertama kalinnya dihadapanku.Waktu itu,aku baru saja selesai pelajaran olahraga di lapangan basket.Wesa dan gerombolannya duduk di pinggir lapangan,bukannya wesa yang diperhatikan,tapi surya.Maklumlah!anak-anak tahunya aku dengan surya.Itu gara-gara kak surya sering ke lewat depan kelasku,dan teman-temannya memanggilku “Nara dicariin surya loh!”kak surya itu,orangnya humoris sih!tapi sok puitis.Semua statusnya di jejaring sosial kata-katanya terlalu tinggi,tahu deh tuh!kata-kata copy paste atau karangannya sendiri.
 “Nara!..aku wesa,sorry alannya gak ada jadi,aku gak bisa kasih tau kamu yang namanya alan,aku wesa yang smsan sama kamu,”ujarnya tiba-tiba dari belakang,langsung menepuk pundakku.Ekspresi paling bodoh dan menjijikkan menurutku,aku yakin waktu itu mukaku mirip kambing congek. Waktu aku tanya irene,mia dan icha,mereka bilang mukaku tidak terlalu aneh,dalam artian biasa saja.Huh!syukurlah.
Malamnya wesa sms.Dia bilang,dia mau ketemu aku lagi,tapi ngobrol-ngobrol tidak sekedar ketemu di jalan seperti tadi pagi.Wesa menawariku untuk ketemuan di 21,tapi ayah.Pasti dia tidak memberiku ijin.Wesapun tak kehabisan akal,dia bilang besok sabtu siang saja,soal tempat bisa diatur,aku iya-iya saja.Kebetulan besok sabtu aku juga free.
Sabtu siang.Di balkon dekat kelas 12.1.
Aku meminta wesa menunggu disana.Aku sendiri?haha,tentu tidak dong!aku ajak irene dan mia,walaupun wesa sudah melarangku untuk tidak membawa orang lain.Ya!takutnya nanti aku diculik dan disekap,lalu di buang ke negeri jiran.haha lebay.
Disana,wesa hanya diam sambil memainkan ponselnya,terpaksa aku yang basa-basi duluan.Setelah 15 menit tanpa pembicaraan,akhirnya dia bicara juga.Ternyata ia hanya ingin menyampaikan pesan surya saja,dia bilang “Dek,jangan kaget ya!katanya surya,surya mau sms kamu,katanya dia,kalian pernah smsan ya,sebelumnya?”aku mengangguk. “Terus kenapa gak lagi?”, “Aku gak punya nomernya,udah ilang kak,kehapus”,beberapa menit mengobrol akupun pamit,karena perutku sudah sakit,kruyuk-kruyuk.Laper euy! “Yaudah bareng aku aja,aku juga mau kekantiin kok dek” tapi aku menolak,aku bilang aku mau ambil tas dulu “Yaudah ambil tas,aku disini”sambungnya, “Tapi aku mau bareng temen-temenku kak,gimana?!”jawabku, “Emm..yaudah deh!kakak duluan ya!daa dek,”.
Pertemuan antara aku dan wesa,ku kira hanya sekali itu saja.Ternyata berlanjut.Pertemuan kedua,wesa menyusulku di rumah tiara,awalnya aku takut garing,dan basi.Nyatanya?kita malah seperti sudah akrab lama,sama-sekali tidak ada kata canggung.Rasanya bisa ketemu wesa lagi,tak dapat ku lukiskan dengan kata-kata.
 Pertemuan ketiga sama seperti pertemuan kedua.
Pertemuan keempat itu hari rabu, waktu wesa Try Out di sekolah,kita janjian untuk bertemu setelah Try Outnya selesai.Rabu itu,aku tak sendiri,Icha juga ikut.Sekalian menunggu jemputan katannya.Bel berbunyi,dari atas wesa sudah memanggilku,dengan cara memanggilnya yang khas,dan panggilannya ke aku yang lain dari yang lain.
Akupun segera ke atas menemuinnya,sebelumnya aku bilang ke icha “Cha,aku keatas dulu ya?dah dipanggil tuh,sama yang diatas”,icha jawab “Oke,ati-ati ntar digigit,takut belum jinak”.Sambil tertawa kecil aku segera menemui wesa.Wesa langsung menyodorkan ponselnya padaku,memberitahu nama kontak pacarnya yang sudah lama break dengannya selama  1,5 tahun,masih terpampang jelas nama BUNDA,dan tak satu smspun yang kasar dari wesa ke pacarnya.Malas!itu kata pertama yang ku rasakan saat membaca sms-sms itu,tapi kenapa aku langsung tak bersemangat,dan malas mendengar curhatan wesa tentang pacarnya?.
Bosan duduk-duduk di balkon atas kamipun turun ke taman,aula sekolah “Eh ada burung gereja dek!..oh ya dek!tau merpati?”tanya wesa tiba-tiba. “Tau kak,kenapa?”tanyaku antusias.
“Tau artinya merpati itu apa?merpati itu,tanda kesetiaan dek,kalok pasangnnya mati gak lama yang satu juga mati”
“Oh pantes di kue-kue pernikahan sering dikasih boneka merpati.Tapi kalok gak salah itu juga tanda kesuciankan kak?”wesa mengangguk sambil tersenyum padaku.Itu senyum terindah selama aku bertemu dengannya.Tuhan,jangan ambil hari bahagia ini,jadikan hari-hari selanjutnya seperti hari ini!.
Tapi doaku itu tak terkabul.
Jum’at sore.Aku sibuk membuat proyek graffiti di rumah.Karena perlu konsentrasi,dan di kerjar deadline,ponselku ku taruh di kamar.Tak terasa,waktu berlalu begitu cepat,jam menunjuk pukul 6 sore.Saat aku mengecek ponsel ada sms masuk atau tidak,ada pesan dari wesa.Sembari istirahat aku smsan dengan wesa.Tapi itu tidak lama,aku harus meneruskan proyek supaya cepat selesai.Telfon wesa terpaksa aku reject,dan aku abaikan sementara waktu.Tak lama,aku dengar ada suara sms masuk.
Setelah proyek selesai,aku langsung membuka ponsel,dan membaca sms dari wesa,inti sms darinya “Yaudah dek gak perlu angkat,gak penting juga kok.aku cuma mau curhat aja dek sebenernya sama kamu,tapi kamu gak angkat-angkat,yaudah kakak pergi ya daa”,isi sms itu biasa!tapi yang membuatku takut dan kepikiran.Wesa baru saja kecelakaan,dia kesrempet  kemarin,dan kakinya terkilir.Aku takut dia kenapa-kenapa dijalan.Aku tunggu balasan smsnya sampai jam 12 malam.Sampai-sampai mataku pedas rasannya,dan akhirnya aku tertidur.
Jam 5 pagi,aku bangun.
Ada sms dari wesa,ada kabar kalau wesa kecelakaan lagi,orang yang memberi kabar padaku itu bilang kalau wesa masih pingsan.Orang itu juga bilang,wesa kecelakaan sepulang dari membuat proyek graffiti dirumah temannya,di daerah tugu.Sepulang dari membuat proyek,rencanannya dia mau kerumahku,tapi malah kena musibah.“Kamu nara?”tanya orang itu,aku jawab iya dan aku tanya kenapa,dia jawab “Waktu aku nolong wesa,ditangan wesa ada kertas,kertas itu ada graffiti nama nara,sebelum dia kecelakaan,dia juga cerita tentang cewek yang namanya nara,dia bilang dia mau nara bahagia,dia takut nara ninggalin dia,dia bilang dia sayang nara,tapi sayang graffitinya udah kotor,kena darahnya wesa”.Kakiku lemas,akupun jatuh bersimpuh dipinggir tempat tidur,air mataku jatuh detik itu juga,tak kuat rasannya.Tuhan!cobaan apa ini?.
Paginnya.Wesa memberiku kabar,dia bilang dia baik-baik saja.Dan hari ini mau berangkat Try Out, “Semangat kak,sukses buat Try Outnya ya!” smsku beberapa menit sebelum dia masuk kelas.Sepulang Try Out,kita smsn lagi.Sampai waktu maghrib, “Yaudah dek,udah adzan nih!jangan lupa solat ya!adekku sayang,daa dek”.Aku pikir hari ini tak ada lagi kejutan seperti kemarin,tak ada kabar tak mengenakkan seperti kemarin,ternyata salah.Hari inilah,hari yang menjawab semua tanyaku,merubah semua antara aku dan wesa.
Pukul 6 sore.Ada sms atas nama wesa,isinya “Aku gak mau smsan lagi sama kamu.”jujur,aku kaget dan tidak percaya dengan isi sms itu,bukannya tadi pagi sampai sore ini aku dan wesa baik-baik saja ya?.Aku tanya alasannya, “Aku gak mau kenal lagi sama kamu.”.Sambil menahan air mata,aku balas lagi “Gak masuk akal”,dia jawab, “Udah,gak usah sms-sms aku lagi.Aku benci kamu,aku gak mau kenal  kamu lagi.”.Semua rasa marah dan emosi.Aku hanya bisa menangis,di kamar memeluk boneka kesayangannku,sebagai pelampiasan.Aku terjaga sampai jam setengah 1 pagi.Perlahan aku mulai tertidur tapi tidurku tidak nyenyak,seringku terbangun untuk melihat apakah ada sms dari wesa.
Hari baru dimulai.Semua rasa dan tanya hati terjawab pagi ini.
Lagi-lagi aku mendapat kabar wesa kecelakaan,tapi kali ini dia kritis di RS Sardjito.Baru saja bangun tidur,sarapannya sms duka seperti ini,syok dan stress!.Kakak wesa memberitahuku kalau wesa kecelakaan di daerah dekat tugu.Dalam hati aku langsung berfikir “Kemana lagi kalau bukan arah kerumahku?apa bener kak wesa kecelakaan gara-gara mau kerumahku,tapi buat apa kerumahku?”.
Irene,aku minta dia mengantarku ke RS Sardjito.Jam 8 kami berangkat,sesampainnya disana,aku dan irene bingung mencari kamarnya wesa.Kakak wesa bilang,dia sudah siuman,kabar itu aku dapat selang 5 menit sebelum aku sampai dikamar wesa dan berdiri tepat didepannya.Wesa melihatku dengan tatapan,antara percaya dan tidak,aku ada disitu.
“Minta dia keluar dulu”bisik wesa padaku,meminta Irene keluar dulu.
“Dek,kemarin yang sms kamu bukan aku,tapi dia.Dia kerumah,dan marah-marah gara-gara aku gak pernah sms dia.Dia langsung ambil hpku dan mbaca smsku ke kamu,aku kecelakaan waktu aku mau jelasin semua ini ke kamu,ra!.Aku gak mau naraku salah paham terlalu lama,aku gak mau ra!maaf aku buat kamu khawatir kemarin.”ujarnya sambil memegang tanganku,aku hanya tersenyum sembari menyelimutinya,agar tidak kedinginan,dan memasukkan tangannya kedalam selimut.”Udah gak usah mikir itu dulu”.
“Nara,kalok aku udah gak ada,janji ya!sama kakak,rajin solat,dan jangan lupa maem ya dek!”sambungnya sambil mengacungkan jari manisnya,memintaku untuk berjanji. “Kakak kok ngomongnya gitu”,timpalku. “Loh!aku udah kritis,aku gak tau apa besok aku masih ada buat kamu atau enggak dek!”jawab wesa,aku hanya diam “Aku percaya kamu bisa,sembuh kak!”.Tiba-tiba ada telfon dari mamanya wesa,wesa memintaku mengangkatnya.Saat aku mengangkatnya,mama wesa terus menanyakan nuna,pacar wesa.Mama wesa tanya apa nuna sudah datang atau belum,nuna kapan datangnya.Aku jawab seadannya,tapi untuk membuat tenang hati seorang ibu yang khawatir aku tepaksa berbohong,yang katanya kak nuna belum datang aku bilang dia sudah dalam perjalanan ke RS Sardjito.Walaupun kritis,masih sempet-sempetnya dia mikir janji yang sudah dia buat,sebenarnya hari ini,wesa dan aku janji untuk mancing berdua.Wesa sudah menyiapkan kata-kata untuk meminta ijin ke ayah.Tapi apa daya,musibah bisa datang kapan saja,tapi kita ambil positifnya saja.Wesa,memberitahuku  kalau orang pertama yang dia lihat setelah siuman,dan nama pertama yang dia ingat,Nara Amoura Putri Suhendra.Aku. “Aku suka kamu,sejak pertama aku ketemu kamu,awalnya aku penasaran cewek kayak apasih kamu!ternyata kamu cewek yang beda dari cewek kebanyakan,aku suka kamu,tulus ra!aku berjuang sembuh cuma buat kamu,kamu dan kamu”ujar wesa padaku.
Kalau wesa bisa melewati malam ini,dia tidak lagi dinyatakan kritis,itu kata dokter ke mama wesa,aku sempat menguping pembicaraan mereka tadi.
Orang paling aneh sedunia,bisa-bisanya smsn di RS dalam keadaan terbaring kritis,isi sms wesa,dia mengeluh sakit di dadanya.Yap!kecelakaan itu mengenai bagian dalamnya termasuk paru-parunya.Faktor hantaman yang keras kata dokter.Malam itu,hujan seakan menggambarkan rasa sakit dan sedihnya wesa.Aku hanya bisa menenangkan hati wesa dari jauh,bisa saja aku disana lebih lama,tapi itu tak mungkin.Ada nuna pacar wesa.
Baru beberapa hari di RS,wesa sudah tidak betah dan ingin cepat-cepat pulang,aku bilang, “Besok kak,kalau kakak udah sembuh,mangkannya mulai dari sekarang jangan ngeyel dengerin kata dokter,biar cepet keluar RS terus bisa kumpul-kumpul lagi sama temen-temenmu,banyak-banyak doa,jangan lupa solatnya”.
Malam itu aku juga memberinya nyanyian,
“Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan,semua takkan mampu mengubahku hanyalah kau kakakku yang tersayang.Hanyalah dirimu mampu membuatku tersenyum dan bahagia,kau bukan hanya sekedar indah,kau tak akan terganti.”
“Makasih dek!lagunnya,kakak seneng dengernya.”
“Dek,janji ya!jangan ninggalin kakak apapun yang terjadi,kakak mohon”,aku jawab “Iya kak!adek janji,seperti janji merpati ke pasangannya,untuk selalu setia disampingnya.Dan tulus sayang ke merpati pasangannya”.
Hari itu,hari dimana seorang wesa kembali kesekolah.Aku tak menyangka kalau dia membuat kejutan ini,dan ternyata kak surya juga ada dibalik semua ini.Kejutan ini hanya kak surya dan wesa saja yang tahu.Aku mendapat sms.Isi sms itu “Dek,buruan turun ke lapangan basket,ada titpan dari wesa nih!”,akupun langsung turun ke lapangan basket,agar tidak dicurigai akupun mengajak Irene dan mia.Dengan modus mengambil snack di ruang tata pengurusan.Haha keren.
Sesampainnya di Lapangan Basket,ada orang diseberang lapangan,dia menutupi mukannya dengan jaket.Sepertinnya aku kenal,akupun berjalan perlahan mendekati orang itu,yang duduk di pinggir lapangan basket.Perlahan orang itupun membuka jaket yang menutup wajahnya.Mataku terbelalak,saat ku tahu orang itu,wesa. “Kakak,kok masuk?dokter ngebolehi kakak masuk?kakak udah sehat?”,tanyaku “Aku kangen kamu,aku pengen ketemu kamu,mangkannya aku masuk,merpati jantan juga udah janjikan,rabu bakal masuk dan nemuin merpati betinanya,nih!aku kasih permen”jelas wesa sambil mengulurkan sebungkus permen karet padaku.
Minggu.Janji merpati jantan mengajakku melihat ikan ia tepati.Kami berangkat jam 8 pagi dari rumahku,wesa mengajakku ke puncak,tambak ikan dan kolam yang penuh cocor bebek.Tempatnya memang biasa!tapi bagiku,ini luar biasa,dan lebih dari indah bisa melihatnya sehat seperti ini,keluar dan jalan-jalan dengan wesa pula.Disana kita cerita tentang banyak hal.Tertawa dan tersenyum bebas.
“Kalau kita jodoh,kita pasti  ketemu,dimanapun kita berada!kita jalani aja apa yang ada sekarang,aku sama sekolahku dan pacarku,kamu sama sekolahmu,naraku sayang.Percaya atau enggak,aku sayang kamu.Janji selesaiin sekolahmu,jangan nakal lagi!yang serius sekolahnya,”aku tersenyum mendengar kalimat itu terucap dari mulutnya.Aku hanya mengangguk sambil terus mengumbar senyum bahagiaku ke wesa.
“Tuhan.ku tahu ini terlalu awal untukku meminta,aku minta jangan jadikan dia sesaat bagiku,tapi jadikan dia selamannya bagiku,dan yang terakhir serta jadikan dia yang terbaik untukku,aku dalam perjalanan ini,sebisa kumampu,akan kubuat dia sempurna bagiku dan orang-orang sekitarnya,Nara Amoura Putri Suhendra.”doa wesa untukku.

Rabu, 28 Desember 2011

Somewhere over the rainbow

Somewhere over the rainbow
Way up high,
There's a land that I heard of
Once in a lullaby.

Somewhere over the rainbow
Skies are blue,
And the dreams that you dare to dream
Really do come true.

Someday I'll wish upon a star
And wake up where the clouds are far
Behind me.
Where troubles melt like lemon drops
Away above the chimney tops
That's where you'll find me.

Somewhere over the rainbow
Bluebirds fly.
Birds fly over the rainbow.
Why then, oh why can't I?

If happy little bluebirds fly
Beyond the rainbow
Why, oh why can't I?

lagu yang fenomenal dan  sangat mengenang untukku

Kamis, 22 Desember 2011

Pelangi Matamu part II


“Emang kita ada dimana kak?”,”di bukit bintang..disini pemandangannya bagus,pemandangan lampu kota,mirip bintang”ujarnya”Oya,kalau aku boleh tau,hal apa yang paling kamu mau itu terwujud?”tanyanya,kedengarannya sangat serius,”Aku mau suatu  hari nanti,kalau aku punya anak,aku bisa liat wajahnya”,
”Aku denger,matamu juga bukan buta pernmanen ya?jadi masih ada kesempatan buat kamu bisa liat dunia ini”,
“Iyaa kak”jawabku lirih
“Haah..kok manggilnya kak,bisa gak gak usah manggil aku pakek KAK?”
“Terus manggil apa dong”sambungku
“Lukas aja,,gak usah pakek kak”,aku heran dan apa alasannya dia minta aku manggil dia tanpa sebutan kak?,dudukk berdua dengannya membuat jantungku berdentam lebih cepat dari biasanya,sebenarnya ini bukan pertama kali,sewaktu dia duduk disampingku saat perayaan gaji pertamaku aku juga merasakan hal yang sama,apakah ini tanda-tanda aku jatuh cinta?
“Dila..aku punya hadiah buat kamu”
“Ooh ya?..”ujarku sambil membalikkan badan kearahnya,kalau soal hadiah aku yang nomer satu
“Tapi kamu diem ya,”ujarnya,aku pun mengangguk dan menunggu apa hadiahnya,aku menunggu dan akhirnya.
“Itu hadiahku,”ujarnya membisikiku,dia mencium bibirku?apa benar ini kenyataan?atau hanya mimpiku saja?
“Kakak..”ujarku lirih,”Aku udah lama suka sama kamu..rasa ini makin berkembang setiap harinya”
Hari berlalu sama seperti hari-hari biasa namun bedanya kini ada dia yang siap menemaniku,menjadi mataku, jika ada hal baru dia pasti ceritakan itu padaku,membuat gelap menjadi indah untukku.Baru-baru ini aku juga di kenalkan pada kedua orangtuanya,aku kira mereka tidak akan menerima keadaanku,tapi sungguh tak ku sangka mereka menerimaku dengan hangat,menguatkan hatiku bahwa kekurangan adalah kelebihan,adik lukas juga baik,dia anak yang manis,rambutnya bergelombang seperti rambutku,kalau besar dia pasti cantik.Sampai suatu ketika,aku tak bisa semudah dulu menemui lukas,entah kenapa,akhir-akhir ini baunya juga lain,ada bau-bau obat di tubuhnya,tuhan apakah dia sakit?tapi kenapa dia tak memberitahuku?andai saja aku bisa melihat.
Sudah seminggu dari terakhir kali aku bertemu dengannya,saat dia datang dan mengobrol denganku seharian,hingga dia tertidur di bahuku.Aku tak tahan dengan sikapnya yang seolah-olah menyembunyikan sesuatu dariku,aku mencari tahu lewat zila,namun zila tak tahu,teman-teman bandnya juga tidak tahu,terpaksa aku harus pergi kerumahnya.
Tok..tok..tok
“permisiii”ujarku,mengetuk pintu
“Iyaa,,”terdengar sautan dari dalam
“Ooh..kak dila,ayo kak masuk”kata syifa,adik lukas
“Kakak kamu mana?..mama kamu mana?”tanyaku,sambil mengikuti syifa yang menggandeng tanganku
“emmm tunggu bentar ya kak,kakak duduk duluu”sambungnya,setelah beberapa menit,
“Eh dila..”sapa mama lukas,aku pun memberitahu maksdu kedatanganku kemari “Tunggu sebentar ya,tante ganti baju dulu”
Kami meluncur ketempat lukas,kata mama lukas,dia tidak ada di rumah,dia ada disuatu tempat,
“Lukas juga udah lama pengin ketemu kamu..tapi,tiap tante mau ngajak kamu kesana,lukas gak mau,kamunya juga sibuk”jelas mama lukas
“Emang lukas ada dimana tante?kenapa dia kayak nyembunyiin sesuatu dari aku”,dia hanya diam dan terus melajukan mobil.
Sesampainya disana,aku mencium bau rumah sakit,apa? “Udah lama,lukas di rawat di rumah sakit,karena penyakitnya,obat-obatan udah gak ada efeknya lagi buat dia,dia kanker otak”,rasanya sulit menelanan ludah.
“kak lukas..kak dila disini,kakak bangun dong..”ujar syifa berusaha membangunkan lukas yang terbaring lemah di tempat tidur,dengan selang di hidung,dan infus.
Membantu mereka,setiap hari aku datang,membacakan sebuah arti kata dalam setiap pertemuan,seperti arti dari memberi sapu tangan di awal perjumpaan,itu artinya sebuah kehangatan yang di beri diawal,dan kebahagiaan di sepanjang perjumpaan dan lain-lain,aku mendapatkannya dari bunda.setiap detik aku berharap dia meresponku,setidaknya membuka mata dan melihatku,itu sudah membuatku senang.
1 tahun kemudian...
Udara hari ini terasa lebih segar,lukas sudah memberi tanda-tanda lebih baik,terakhir dia merespon dengan menggerakkan tangannya,ternyata usaha kami tak sia-sia.Dan hari ini aku di telfon kalau dia sudah siuman,aku dan zila serta bunda datang kesana.
“Dia udah nunggu kamu..”sambut mama lukas,mengantarku masuk kedalam
“Diii..laaa..”ujar lukas lirih membuatku berkaca-kaca,tak tahu berkata apa,aku duduk di sampingnya sambil memegangi tangannya
“Maaff..”, “Untuk apaaa??kamu gak salah apa-apa kok”timpalku,
“lukas..tanganmu dingin...”sambungku,”Lukassss..”seruku,kenapa dia diam saja,”Lukasss..lukasssss...lukassss”serukuu,disisi lain,mama lukas masuk dan membawaku keluar,aku mendengar ada derap kaki yang sangat keras menuju kamar lukas,aku tak peduli pada keadaan aku hanya berteriak,meneriaki nama lukas,aku takut ada apa-apa dengannya.
“Maaf bu,kami sudah tidak sanggup lagi”ujar dokter yang keluar dari kamar itu,sontak mama lukas menangis tak tertahankan,kakiku rasanya lemas,aku terduduk dan menangis sejadi-jadinya,dan tak hanya kami,semuanya juga sama,merasa kehilangan.
Ting..toong..ting..tong..
“Iyaa..”...
Mendengar suara orang berbincang-bincang,aku keluar dan bertanya”Siapa bunda?”, “Ini dokter Indri,yang sempat menawarimu cangkok mata,dia sudah mendapatkan donor mata,dan dia datang kesini,mau menawarimu oprasi cangkok mata” jelas bunda “Masalah dana ibu dan dila gak usah khawatir,ada seseorang yang mau mendanai oprasi ini”sambung dokter Indri,hatiku rasanya senang sekali,ternyata di balik kesedihanku kehilangan lukas masih ada kebahagiaan untukku.
“Bundaa aku takut..”ujarku dalam perjalanan ke kamar oprasi
“Tenang sayang..semuanya pasti berjalan lancar”
6 jam berlalu,dan oprasi ini berjalan dengan sangat lacar.
“Bunda..kapan ini bisa di buka..aduh gatel”ujarku tak sabar
“Nanti dila..sebentar lagi”kata bunda menenangkanku.Menunggu berjam-jam, “Selamat malam dila..”sapa dokter indri, “Ayo kita buka perbannya”sambungnya,ku sambut kata-kata itu dengan senyuman,tak sabar lagi melihat indahnya dunia,yang selama ini gelap di duniaku.
“Naahh..sekarang coba di buka matanya”, “Aku..aku bisa melihat..bundaa,bundaaa”ujarku sambil meraba-raba,melihat  tanganku,wajahku,tak lupa aku meraba satu persatu wajah seseorang yang sudah 13 tahun menjadi bundaku,dia cantik sekali.
“Senengnya udah bisa ngliat lagi”ujar dokter Indri,aku hanya tersenyum puas.
“Dokter mata ini cantik,warnanya coklat muda,pasti yang punya mata ini orangnya juga cantik,kalau laki-laki pasti dia tampan”kataku,”Ini..surat dari orang yang mendonorkan matanya ke kamu” aku mengambil surat yang di sodorkan dokter indri
Aku memutuskan mendonorkan mata ini padamu karena aku juga ingin kau merasakan indahnya dunia,melihat burung-burung beterrbangan,bunga-bunga bermekaran,aku tak ingin kau hanya mendengarnya saja,terlalu banyak kebahagiaan yang kau berikan padaku,ini saatnya untukku membagi kebahagiaanku padamu,walau hanya sekejab aku merasakan sayangmu,tapi ini lebih dari segalanya bagiku,gunakanlah mata itu dengan baik,lihatlah hal-hal yang baik,selalu tersenyum dan jangan menangis dengan mataku!,aku sayang kamu dila (Lukas)
Ternyata maksudnya menanyakan keinginanku yang ingin di wujudkan adalah ini?
Apa kau tahu aku tak membutuhkan mata lagi untuk melihat semasa kau masih ada disini?,apakah ada kata yang lebih tinggi dari kata terimakasih,jikalau ada,akan ku katakan itu padamu,dalam pergimu,masih saja kau memikirkan orang sepertiku.Belum sempat aku mengatakan aku mencintainya,dia telah pergi.Thank you for everthing!

Pelangi Matamu

Sebuah keajaiban mampu melihat keindahan dunia dengan segala isinya.Andai saja itu terambil darimu,hanya melihat keheningan,hanya melihat kegelapan dan tak mampu merasakan keindahan dunia yang di ciptakan-Nya,apakah yang akan kau lakukan?
Hujan deras membasahi pekarangan rumahku,yah!kata ayah begitulah keadaan ketika aku lahir di dunia ini,kata ayah wajahku mirip sekali dengan bunda,dari mataku,hidungku,bibirku,semuanya.Inginku melihat bunda tapi keinginan itu harus di urungkan,saat umurku 1 tahun,bunda meninggal karena leukimia,aku sedih sekali,tapi aku bahagia karena masih ada ayah disisiku,kesedihanku tak cukup sampai disitu,saat aku berumur 2 tahun lebih 3 bulan,aku terkena penyakit,entah penyakit apa,tapi itu yang membuat kedua jendela duniaku harus terenggut,hanya kegelapan yang tersisa.Di umur 4 tahun,ayah meninggalkanku sendiri,entah apa tapi mungkin dia sudah tak sanggup lagi mengurusku,di tambah dia sudah memiliki perempuan lain yang ia cintai.
“Ayah,kita mau kemana?”tanya ku girang,aku berfikir ayah akan mengajakku jalan-jalan ke  kebun binatang atau tempat wisata lainnya.
“Ki..ki..kita mau..mau..jalan-jalan,ya!kita mau jalan-jalan sayang”jawabnya sedikit terbata-bata,jujur aku tak merasakan hal-hal yang mencurigakan saat itu,sampai “ee..sayang ayah mau ke toilet dulu,ayo turun”ujarnya,menggendongku”Nahh,kamu tunggu disini ya,ayah mau ke kamar mandi dulu”,aku mengangguk.
Berdiri menunggunya cukup melelahkan,apa yang ayah lakukan, kenapa lama?aku hanya melakukan apa yang ayah katakan padaku.Hujan mulai turun membasahi wajahku,aku tak tahu harus bagaimana,hanya berdiri memeluk boneka tedy kesayanganku,sesekali aku memanggil ayah,berharap dia cepat membawaku pergi dari tempat ini,
“Ayah..ayaaaahh..ayah dila basaah ayah,ayahh!”rintihku,berharap di acepat kembali.
Aku lelah,duduk terdiam dan menangis memanggil nama ayah,”ayaaah..!”ujarku tersedu-sedu
“Ya ampun,anak manis kenapa kamu hujan-hujanan,mana orang tuamu”ku dengar ada seseorang yang mendekat,dan membangunkanku.
“Ayaah..dia bilang ke kamar mandi tapi sampai sekarang dia belum keluar-keluar”jawabku tanpa takut sama sekali.
“Astaga,anak manis,di tempat ini gak ada kamar mandi,dimana rumah kamu,biar bibi antar pulang ya?”tawarnya,ternyata ayah meninggalkan aku sendiri,hanya karena wanita itu?setega itukah ayah?bukankah dia berjanji tidak akan meninggalkan aku sendiri?
“Aku gak tahu rumahku dimana,aku gak bisa melihat bi”jelasku,aku berfikir kalau akau kembali,ayah pasti akan melakukan hal yang sama,berusaha meninggalkan aku sendiri,karena aku sempat mendengarnya berkata dia malu memiliki anak cacat,seperrti aku,yang tidak bisa melihat,wanita itu juga berrusaha membuangku,menjauhkan aku dari ayah,kalau bukan karena bujukan wanita itu,pasti ayah masih bersamaku,dan tidak meninggalkan aku seperti ini.
Bibi baik itu membawaku kesuatu tempat,dia bilang ini rumahnya,dia menampung anak-anak yang dibuang kejalanan seperti aku,”terimakasih bi”ujarku,berusaha tersenyum,”sama-sama sayang,yaudah,kita keringin badan kamu dulu ya,habis itu,baru kita makan,kamu laperkan”ajak bibi baik itu,yang belum ku ketahui namanya,”Bibi..bibi siapa namanya?”tanyaku sambil mengeringkan badanku,”Nama bibi,anya,kamu siapa?anak manis”tanyanya,”Aku dila”,”Wah namanya bagus,pantes orangnya cantik,ayo ganti baju dulu,nanti habis ini,bibi kenalin ke temen-temen kamu yang lain ya”
Sejak itu,aku tinggal bersama bibi Anya,sekarang aku mulai memanggilnya bunda,sama seperti anak-anak lain di tempat ini,disini ada sekita 10 anak asuh yang di miliki bunda,ada yang cacat sepertiku,ada juga yang tidak,sebenarnya masih banyak anak asuh bunda,tapi yang lainnya dipindahkan ke panti asuhan yang bekerjasama dengan bunda,karena rumah bunda tidak terlalu besar untuk menampung semuanya,apalagi bunda hanya menerima pesanan kue,uangnya tak cukup menghidupi lebih dari 10 anak asuh,10 saja masih kurang-kurang.Beberapa kali aku mengobrol dengan bunda tentang mataku,ternyata mataku bisa dioprasi dan di ganti dengan yang baru,istilah medisnya cangkok,tapi itu butuh uang yang banyak,aku juga tak memaksa bunda mewujudkan inginku ini.
“Kalau kamu mau bunda bisa usahain “
“gak usah bunda,gak usah,uangnya buat makan kita sehari-hari aja”ujarku,padahal dalam hati aku ingin sekali oprasi mata,aku hanya bisa mengenali orang dengan meraba wajahnya,untung mataku ini tidak kelihatan seperti mata orang buta,masih utuh hanya saja bagian dalamnya yang rusak.
Disini aku masih bisa mengenyam pendidikan,walau tidak secara formal,Kak Andita,dia guru di SMPN 1 ,dari dia aku bisa mempelajari pelajaran anak-anak SMP,dia juga bilang aku ini anak yang cepat sekali mempelajari hal baru,
“Nah itu dila bisa”itulah ekspresinya ketika aku berhasil mnjawab pertanyaanya,aku juga belajar pelajaran SMA dari anak asuh bunda,namanya Kak tasya,dia manis sekali,suaranya lembut sama seperti bunda,dia anak kandung bunda,anak satu-satunya,kak tasya juga cuma punya 1 orang tua,ayahnya meninggal karena kecelakaan kerja,ada satu lagi kakakku,namanya kak zila,dia baru kulliah semester 1,dia yang dekat sekali denganku,dia cantik,dia sering mengajakku ke tempat kuliahnya,dia tak malu sedikitpun memiliki adik buta sepertiku,dia selalu menjawab,
“Biar buta tapi dia cantik,dan dia adikku”begitulah yang sering dia katakan,ketika melihat ada orang yang mengejekku
“Kakak,maaf ya,gara-gara aku”
“Udah ah gak papa,mereka sirik aja sama kamu,huh,dasar”.Kata teman-teman kak zila,kak zila itu tomboi,setiap kuliah hanya memakai blazer hitam atau putih,dan kaos serta jeans ¾ ,terkadang dia juga memakai topi,dari kak zila aku punya banyak teman dari luar,tak hanya dari lingkungan rumah saja,banyak dari mereka yang memujiku cantik dan mirip dengan kak zila,tapi aku tak bisa membuktikan itu,karena aku tidak bisa melihat wajahku sendiri,paling-paling merabanya saja,dan membayangkannya.
Walaupun aku buta,tapi aku bisa memainkan beberapa alat musik,seperti biola dan piano,tak mudah menghafalkan tiap-tiap nadanya,aku belajar itu sedari umur 7 tahun,awalnya aku hanya ikut-ikutan kak zila memainkan piano,lama-lama bunda tahu dan bunda mengajariku bermain piano,begitu juga biola,kalau biola kak tasya yang mengajariku,dia senang mendengarkan melodi-melodi yang aku mainkan,pernah sekali aku tampil di cafe temannya kak zila,melihat bakaatku managernya menawariku bermain piano disana,aku mau tapi bunda khawatir kalau-kalau ada apa-apa.
“waah,lagi nlamunin apa nih”tanya sila,salah satu anak asuh bunda,dia selalu jail dengan yang lain,tapi dia baik padaku,dia seumuran denganku,magkanya aku juga dekat dengan dia.
“Aku pengin banget ambil job di cafe itu,itung-itung bantu bunda,tapii,bunda”ujarku
“Aku sih setuju aja,tapi kalau bunda gak ngebolehin,aku mending gak aja,tapi,kalau kamu emang udah bulat kenapa enggak,kebetulankan sekolahku deket situ jadi kalau pulang kita bisa bareng”ujar sila.
“Oh ya,kalau gitu kita coba,janga bilang bunda dulu”sambungku
Siang sekitar jam 2,aku siap-siap untuk pergi ke cafe itu,memakai dress chiffon selutut dan rambut di kucir kebelakang,aku berangkat dengan alasan ke toko buku,terpaksa aku membohongi bunda,tapi ini demi membantu bunda,pekeerjaan kak tasya dan kak andita kurang membantu,karena mereka hanya guru honorer,apalagi sekarang anak asuh bunda tambah 5 lagi,masih bayi-bayi lagi.
Di jalan aku berusaha dengan hati-hati melangkah,aku sudah terbiasa jalan sendiri,tapi belum pernah sejauh ini,karena itu aku harus hati-hati,di tengah jalan.
Braaakkkk...
Aku menabrak seseorang hingga buku-buku yang ia bawah jatuh,aduh kenapa bisa seperti ini
“Maa..maaf yaa”ujarku takut
“Iaa gak papa..tunggu,kayaknya aku kenal kamu”ujar orang itu,aku tak berani menoleh dan terus berusaha merapikan bukunya
“Kamu adiknya zila ya?”tanya orang itu,aku juga tak asing dengan nada suara itu,sedikit serak-serak dan lembut
“Aku Lukas,kita pernah ketemukan?kalau gak salah waktu kamu ikut ke kampusnya zila iyakan?”tanyanya.
“Oo..kak lukas,iya aku dila,maaf ya kak bukumu jadi berantakan”ujarku
“Iya gak papa,kamu mau kemana,aku anter ya?”tawarnya
“gak usah-gak usah,kalau di anter aku gak afal-afal sama jalannya”
“Aku temenin jalan kakik,motorku biar aku titipin disini dulu,ya?”,aku pun mengangguk,ya!itung-itung temen ngobrol selama perjalanan.Di sepanjang perjalanan aku dan kak Lukas banyak bercerita,ternyata dia orangnya enak di ajak ngobrol.
“Ternyata kamu mau kesini?”tanyanya
“Pulangnya jam berapa?”tanyanya lagi
“Emm..gak tahu..kayanya agak malem,kenapa kak”tanyaku balik
“Yaa...kasian aja kalau kamu jalan sendiri,malem-malem lagi,mau aku anter pulang?”tawarnya,aku hanya tersenyum malu,”Heh kok malah senyum?mau enggak?”,”Emm kalau gak ngrepotin,mau-mau aja”jawabku.
Sepulangnya dari cafe,
“Tunggu,kak,mau gak bantu aku?”tanyaku  sebelum turun dari mobil
“Emm..bantu apa?”jawabnya
“Nanti,bilang sama bundaku ya,kalau tadi dijalan sepulang dari toko buku,aku ketemu kakak terus di ajak makan sampek malem,ya?kalau enggak aku pasti di marahin buda,yaa kak pleas?”pintaku
“Ha?haha...jadi kamu minta aku bohong sama bundamu,haaah,ckck,jadi kamu tadi keluar ijinnya ke toko buku?dila..dilaaa..!”ujar kak lukas heran,
“Kak,pleasss ya?”
“terus kalau aku bantu kamu ni,besok-besok kamukan pulang malem lagi,kamu mau ngomong apa?”tanyanya
“Yaa...emmm”,”Tu kan bingung,gimana kalau aku bantu mintain ijin ke bundamu”,aku langsung kaget,gimana kata bunda nanti,dia pasti marah.Tapi kak lukas ada benernya juga,lambat laun bunda juga akan tau,aku pun menyetujui ide kak lukas,jujur aku jadi takut masuk rumah,tanganku dingin,dan entah bagaimana ekspresi mukaku.Mungkin kak lukas melihat mukaku yang takut dan tangan yang dingin,hingga dia menggandengku,dan berkata”Gak usah takut,ayo”seketika rasa takutku mulai hilang mendengar perkataan kak lukas.
Kami mulai masuk kedalam rumah,suasananya biasa-biasa saja tapi menurutku ini menegangkan,mebuatku selalu menarik nafas panjang –panjang.Orang pertama ayng menyapa kami adalah kak tasya,
“Eh dila,sama temennya ya,ayo masuk”ujar kak tasya mempersilahkan
“Kak tolong panggilin bunda ya”ujarku,kak tasya pun memanggilkan bunda
“Loh lukas,kok ada disini?”tanya kak zila heran,kak lukas pun menjelaskan maksud kedatangannya,
“Eh ada tamu,ada apa ya,katanya nyariin bunda?”tanya bunda padaku,aku semakin deg-deg’an,aku hanya diam menunggu obrolan mereka.
“Jadi,maksud lukas kesini,mau mintain ijin dila kerja di cafe itu?”tanya bunda
“Iya, tante...cepat atau lambat pasti tante juga akan tau ,jadi aku kesini mau bantu dila dapet ijin kerja disana”,”Bunda..kasih ijin ke dila ya”sambungku
“Aku janji,bantu jagain dila,”ujar kak lukas meyakinkan,”Iyalah bun,kasih ijin,dila kan juga udah gede”tambah kak zila sambil mengelus pundakku.
“Haaah..kalau gitu,bunda kasih ijin,tapi kamu janji,jangan pulang lebih dari jam 6,tante pegang janji kamu lukas,dan omongan kamu zila”aku memeluk bunda sebagai tanda terimakasihku.

to be continue