aerin

aerin
just

Senin, 02 Juli 2012

ceritaku tentang bawel


Libur telah tiba..libur telah tiba!yey happy holiday semua.
Hari ini aku banyak inget tentang seseorang.Dia bawel,mangka dari itu aku sering manggil dia bawel.Dia gak kalah,dia juga punya panggilan 'Upil' yap!dia biasa manggil aku itu.Inget banget sama alesan dia manggil aku itu,haha alesannya sepele banget.Gara-gara aku ngirim filosofi tentang cinta yang aku ibaratkan sama U P I L.Sejak itu dia manggil aku upil.Emm!inget caaranya manggil aku jadi sedih,why?karena sekarang udah jauh dari aku,emm!gak ada masalah sih.Cuma big problem aja!haha(mencoba menghibur hati).Bawel itu anaknya baik,walaupun dia lebih tua 3 tahun dari aku,tapi tingkahnya dia masih kayak anak kecil.Sering aku bingung mana yang tua mana yang masih anak kecil.Why?coz,aku yang sering keliatan dewasa kalau jalan sama tuh anak!.Coba aja bayangin,dia pernah nyamperin aku sambil lari nyamping gitu plus manggil "upil..upil"bener-bener gak bisa dibayangin deh!.Tapi,kalau dia dah kultum,mbeh!bosen sih enggak so,apa yang dia cerita'in ke aku gak pernah sama cara nyampe'innya.Aku sering minta dia dongeng kalau keeeetemu aku,sampek-sampek dia bilang ke temenku "Nih!ni anak kalok ketemu aku,mbeh mesti minta didongenin,emang ketemu cuma buat dongeng apa".Sekarang,aku gak bisa denger lagi ceritannya dia,gak sesering dulu.Kangen sih!liat caranya dia cerita,isi ceritannya.temen-temenku sering minta buat gak terlalu inget dia,tapi gak bisa.Udah kebanyakan kenangan sama dia
.Dia itu orang paling aneh yang pernah aku kenal.Dan juga orang paling baik yang pernah aku kenal.Tuhan!kalau aja aku dilahirin lagi,aku mohon jangan pisah aku sama ni anak kayak sekarang.Hal yang paling aku inget dari dia,bawel itu suka banget cerita.Dan setiap dia cerita,amazingnya aku ga pernah bosen buat dengerin dia ngoceh.Berasa jadi pendengar setia.Dia cowok paling gak bisa au tebak selama 16 tahun ini.But,so far i love it!au suka dia bukan dari latar belakangnya,atau apapun yang ada di badannya.Aku mandang dia dari hatinnya.Entah kenapa,kalau bawelku deket,aku bisa ngerasa itu.Walaupun sering-seringnya dia gak ngerasa aku ada dan aku merhatiin dia.

Merpati Jantanku

Udah lama gak bua blog!hmm rasanya kangen nulis-nulis lagi kayak dulu.But,sekarang aku banyak kegiatan(tugas)yap!udah SMA guys!.Capek sih!but,namanya juga sekolah.
Oh ya!hari ini au mau ngebagi cerita yang sempet aku kumpul buat tugas bahasa Indonesia.Inget banget waktu itu guruku bilang "ceritanya harus dari pengalaman pribadi"seeetdaah! bingung mau pilih pengalamankku mana yak!.Dan akhirnya cerita ini yang aku pilih.Walaupun sekarang akhirnya "takdir tuhan gak ada yang bisa nebak".Sedikit curhat.Sekarang aku lagi jauh sama tuh orang!tapi aku yakin jodoh itu gak akan kemana.Aku cinta dia,sangat cinta mungkin cuma itu yang bisa aku ungkap'in.


"Merpati Jantanku"
Malam ini terlalu sepi untukku lewati sendiri.Dia,Wesa Perdana Putra.Entah kemana malam ini,mungkin dia sedang bekerja di cafenya.Yap!kalau tidak ada kesibukan lain,biasanya dia bekerja di cafe dekat rumahnya atau sesekali mampir untuk bantu-bantu di cafe  kakaknya.
Untuk mengusir kesepianku,aku membuka laptop.Yah!barangkali ada yang asik,sembari menungu sms dari wesa juga sih!.
Mataku langsung tertuju pada wallpaper merpati.Soal merpati,aku memiliki kenangan tersendiri tentang burung ini.Semua itu berawal dari pertemuan tak sengaja,antara aku dan orang aneh bernama Wesa Perdana Putra.
Masih teringat jelas,malam itu malam minggu.Ada pesan masuk di ponselku,aku kira anak-anak kelas 10.2 ya!biasalah anak muda,walaupun sudah bertemu dikelas tapi tetap saja  telfon-telfonan atau sms-smsan,eh!ternyata aku salah,ini dari nomer asing.Aku tanya identitasnya dan menanyakan dapat nomerku dari siapa,orang itu bilang namanya Bimo,anak Palembang dan dia dapat nomerku dari orang yang namanya Wesa.Kata Bimo dia satu sekolah denganku.Aku tidak langsung percaya,akupun minta nomer orang yang bernama wesa itu.Dalam hati kurang terima juga sih!,enak saja menyebar nomer orang seenaknya.
Dalam hati “Kayaknya aku pernah deh!smsan sama orang yang namanya wesa,apa ini wesa yang sama,kata bimo!dia anak SMA 11,h tapi apa bener?”.Dengan seluruh rayuan serta ancaman akhirnya bimo mau memberikan nomer wesa padaku.Singkat cerita,setelah awalnya berdebat dan bantah-bantahan dengan wesa,baru aku tau.Kalau wesa yang selama ini smsan denganku adalah gadungan dan nama aslinya itu Alan,dia hanya meminjam nama wesa saja,untuk sms aku.Dan wesa yang asli ini,dia  tidak tau apa-apa,pantas saja dia membantah kalau dia tidak kenal aku, dan akhirnya setelah dia mengenalku,kalimat pertama yang dia katakan“Oh!kamu nara yang disukai surya ya!?”ujarnya di sms.Mukaku langsung merah,marah tapi yaudahlah itu juga hanya gosip.
Dari seringnya mengobrol di sms,banyak hal yang aku ketahui tentang wesa,contohnya dia itu anak yang baik,asik,dan bisa di ajak tukar pikiran,oh ya!banyak juga kesamaan antara aku dan wesa.Dari kesukaan warna,makanan,minuman,hobi,tempat hunting,hangout,cara menyikapi suatu masalah sampai-sampai pandangan kedepan juga sama,nah!karena itulah,kita jadi lebih dekat dan akhirnya memilih menjadi kakak adik.Dia benar-benar aku anggap sebagai kakakku sendiri,selain perhatian dan tak pernah absen menanyakan apakah aku sudah makan dan solat belum,dia juga membantuku setiap aku ada masalah.Begitupun aku ke wesa,aku sayang wesa.Seperti kakak sendiri.
Pagi itu,pagi dimana wesa menampakkan diri untuk pertama kalinnya dihadapanku.Waktu itu,aku baru saja selesai pelajaran olahraga di lapangan basket.Wesa dan gerombolannya duduk di pinggir lapangan,bukannya wesa yang diperhatikan,tapi surya.Maklumlah!anak-anak tahunya aku dengan surya.Itu gara-gara kak surya sering ke lewat depan kelasku,dan teman-temannya memanggilku “Nara dicariin surya loh!”kak surya itu,orangnya humoris sih!tapi sok puitis.Semua statusnya di jejaring sosial kata-katanya terlalu tinggi,tahu deh tuh!kata-kata copy paste atau karangannya sendiri.
 “Nara!..aku wesa,sorry alannya gak ada jadi,aku gak bisa kasih tau kamu yang namanya alan,aku wesa yang smsan sama kamu,”ujarnya tiba-tiba dari belakang,langsung menepuk pundakku.Ekspresi paling bodoh dan menjijikkan menurutku,aku yakin waktu itu mukaku mirip kambing congek. Waktu aku tanya irene,mia dan icha,mereka bilang mukaku tidak terlalu aneh,dalam artian biasa saja.Huh!syukurlah.
Malamnya wesa sms.Dia bilang,dia mau ketemu aku lagi,tapi ngobrol-ngobrol tidak sekedar ketemu di jalan seperti tadi pagi.Wesa menawariku untuk ketemuan di 21,tapi ayah.Pasti dia tidak memberiku ijin.Wesapun tak kehabisan akal,dia bilang besok sabtu siang saja,soal tempat bisa diatur,aku iya-iya saja.Kebetulan besok sabtu aku juga free.
Sabtu siang.Di balkon dekat kelas 12.1.
Aku meminta wesa menunggu disana.Aku sendiri?haha,tentu tidak dong!aku ajak irene dan mia,walaupun wesa sudah melarangku untuk tidak membawa orang lain.Ya!takutnya nanti aku diculik dan disekap,lalu di buang ke negeri jiran.haha lebay.
Disana,wesa hanya diam sambil memainkan ponselnya,terpaksa aku yang basa-basi duluan.Setelah 15 menit tanpa pembicaraan,akhirnya dia bicara juga.Ternyata ia hanya ingin menyampaikan pesan surya saja,dia bilang “Dek,jangan kaget ya!katanya surya,surya mau sms kamu,katanya dia,kalian pernah smsan ya,sebelumnya?”aku mengangguk. “Terus kenapa gak lagi?”, “Aku gak punya nomernya,udah ilang kak,kehapus”,beberapa menit mengobrol akupun pamit,karena perutku sudah sakit,kruyuk-kruyuk.Laper euy! “Yaudah bareng aku aja,aku juga mau kekantiin kok dek” tapi aku menolak,aku bilang aku mau ambil tas dulu “Yaudah ambil tas,aku disini”sambungnya, “Tapi aku mau bareng temen-temenku kak,gimana?!”jawabku, “Emm..yaudah deh!kakak duluan ya!daa dek,”.
Pertemuan antara aku dan wesa,ku kira hanya sekali itu saja.Ternyata berlanjut.Pertemuan kedua,wesa menyusulku di rumah tiara,awalnya aku takut garing,dan basi.Nyatanya?kita malah seperti sudah akrab lama,sama-sekali tidak ada kata canggung.Rasanya bisa ketemu wesa lagi,tak dapat ku lukiskan dengan kata-kata.
 Pertemuan ketiga sama seperti pertemuan kedua.
Pertemuan keempat itu hari rabu, waktu wesa Try Out di sekolah,kita janjian untuk bertemu setelah Try Outnya selesai.Rabu itu,aku tak sendiri,Icha juga ikut.Sekalian menunggu jemputan katannya.Bel berbunyi,dari atas wesa sudah memanggilku,dengan cara memanggilnya yang khas,dan panggilannya ke aku yang lain dari yang lain.
Akupun segera ke atas menemuinnya,sebelumnya aku bilang ke icha “Cha,aku keatas dulu ya?dah dipanggil tuh,sama yang diatas”,icha jawab “Oke,ati-ati ntar digigit,takut belum jinak”.Sambil tertawa kecil aku segera menemui wesa.Wesa langsung menyodorkan ponselnya padaku,memberitahu nama kontak pacarnya yang sudah lama break dengannya selama  1,5 tahun,masih terpampang jelas nama BUNDA,dan tak satu smspun yang kasar dari wesa ke pacarnya.Malas!itu kata pertama yang ku rasakan saat membaca sms-sms itu,tapi kenapa aku langsung tak bersemangat,dan malas mendengar curhatan wesa tentang pacarnya?.
Bosan duduk-duduk di balkon atas kamipun turun ke taman,aula sekolah “Eh ada burung gereja dek!..oh ya dek!tau merpati?”tanya wesa tiba-tiba. “Tau kak,kenapa?”tanyaku antusias.
“Tau artinya merpati itu apa?merpati itu,tanda kesetiaan dek,kalok pasangnnya mati gak lama yang satu juga mati”
“Oh pantes di kue-kue pernikahan sering dikasih boneka merpati.Tapi kalok gak salah itu juga tanda kesuciankan kak?”wesa mengangguk sambil tersenyum padaku.Itu senyum terindah selama aku bertemu dengannya.Tuhan,jangan ambil hari bahagia ini,jadikan hari-hari selanjutnya seperti hari ini!.
Tapi doaku itu tak terkabul.
Jum’at sore.Aku sibuk membuat proyek graffiti di rumah.Karena perlu konsentrasi,dan di kerjar deadline,ponselku ku taruh di kamar.Tak terasa,waktu berlalu begitu cepat,jam menunjuk pukul 6 sore.Saat aku mengecek ponsel ada sms masuk atau tidak,ada pesan dari wesa.Sembari istirahat aku smsan dengan wesa.Tapi itu tidak lama,aku harus meneruskan proyek supaya cepat selesai.Telfon wesa terpaksa aku reject,dan aku abaikan sementara waktu.Tak lama,aku dengar ada suara sms masuk.
Setelah proyek selesai,aku langsung membuka ponsel,dan membaca sms dari wesa,inti sms darinya “Yaudah dek gak perlu angkat,gak penting juga kok.aku cuma mau curhat aja dek sebenernya sama kamu,tapi kamu gak angkat-angkat,yaudah kakak pergi ya daa”,isi sms itu biasa!tapi yang membuatku takut dan kepikiran.Wesa baru saja kecelakaan,dia kesrempet  kemarin,dan kakinya terkilir.Aku takut dia kenapa-kenapa dijalan.Aku tunggu balasan smsnya sampai jam 12 malam.Sampai-sampai mataku pedas rasannya,dan akhirnya aku tertidur.
Jam 5 pagi,aku bangun.
Ada sms dari wesa,ada kabar kalau wesa kecelakaan lagi,orang yang memberi kabar padaku itu bilang kalau wesa masih pingsan.Orang itu juga bilang,wesa kecelakaan sepulang dari membuat proyek graffiti dirumah temannya,di daerah tugu.Sepulang dari membuat proyek,rencanannya dia mau kerumahku,tapi malah kena musibah.“Kamu nara?”tanya orang itu,aku jawab iya dan aku tanya kenapa,dia jawab “Waktu aku nolong wesa,ditangan wesa ada kertas,kertas itu ada graffiti nama nara,sebelum dia kecelakaan,dia juga cerita tentang cewek yang namanya nara,dia bilang dia mau nara bahagia,dia takut nara ninggalin dia,dia bilang dia sayang nara,tapi sayang graffitinya udah kotor,kena darahnya wesa”.Kakiku lemas,akupun jatuh bersimpuh dipinggir tempat tidur,air mataku jatuh detik itu juga,tak kuat rasannya.Tuhan!cobaan apa ini?.
Paginnya.Wesa memberiku kabar,dia bilang dia baik-baik saja.Dan hari ini mau berangkat Try Out, “Semangat kak,sukses buat Try Outnya ya!” smsku beberapa menit sebelum dia masuk kelas.Sepulang Try Out,kita smsn lagi.Sampai waktu maghrib, “Yaudah dek,udah adzan nih!jangan lupa solat ya!adekku sayang,daa dek”.Aku pikir hari ini tak ada lagi kejutan seperti kemarin,tak ada kabar tak mengenakkan seperti kemarin,ternyata salah.Hari inilah,hari yang menjawab semua tanyaku,merubah semua antara aku dan wesa.
Pukul 6 sore.Ada sms atas nama wesa,isinya “Aku gak mau smsan lagi sama kamu.”jujur,aku kaget dan tidak percaya dengan isi sms itu,bukannya tadi pagi sampai sore ini aku dan wesa baik-baik saja ya?.Aku tanya alasannya, “Aku gak mau kenal lagi sama kamu.”.Sambil menahan air mata,aku balas lagi “Gak masuk akal”,dia jawab, “Udah,gak usah sms-sms aku lagi.Aku benci kamu,aku gak mau kenal  kamu lagi.”.Semua rasa marah dan emosi.Aku hanya bisa menangis,di kamar memeluk boneka kesayangannku,sebagai pelampiasan.Aku terjaga sampai jam setengah 1 pagi.Perlahan aku mulai tertidur tapi tidurku tidak nyenyak,seringku terbangun untuk melihat apakah ada sms dari wesa.
Hari baru dimulai.Semua rasa dan tanya hati terjawab pagi ini.
Lagi-lagi aku mendapat kabar wesa kecelakaan,tapi kali ini dia kritis di RS Sardjito.Baru saja bangun tidur,sarapannya sms duka seperti ini,syok dan stress!.Kakak wesa memberitahuku kalau wesa kecelakaan di daerah dekat tugu.Dalam hati aku langsung berfikir “Kemana lagi kalau bukan arah kerumahku?apa bener kak wesa kecelakaan gara-gara mau kerumahku,tapi buat apa kerumahku?”.
Irene,aku minta dia mengantarku ke RS Sardjito.Jam 8 kami berangkat,sesampainnya disana,aku dan irene bingung mencari kamarnya wesa.Kakak wesa bilang,dia sudah siuman,kabar itu aku dapat selang 5 menit sebelum aku sampai dikamar wesa dan berdiri tepat didepannya.Wesa melihatku dengan tatapan,antara percaya dan tidak,aku ada disitu.
“Minta dia keluar dulu”bisik wesa padaku,meminta Irene keluar dulu.
“Dek,kemarin yang sms kamu bukan aku,tapi dia.Dia kerumah,dan marah-marah gara-gara aku gak pernah sms dia.Dia langsung ambil hpku dan mbaca smsku ke kamu,aku kecelakaan waktu aku mau jelasin semua ini ke kamu,ra!.Aku gak mau naraku salah paham terlalu lama,aku gak mau ra!maaf aku buat kamu khawatir kemarin.”ujarnya sambil memegang tanganku,aku hanya tersenyum sembari menyelimutinya,agar tidak kedinginan,dan memasukkan tangannya kedalam selimut.”Udah gak usah mikir itu dulu”.
“Nara,kalok aku udah gak ada,janji ya!sama kakak,rajin solat,dan jangan lupa maem ya dek!”sambungnya sambil mengacungkan jari manisnya,memintaku untuk berjanji. “Kakak kok ngomongnya gitu”,timpalku. “Loh!aku udah kritis,aku gak tau apa besok aku masih ada buat kamu atau enggak dek!”jawab wesa,aku hanya diam “Aku percaya kamu bisa,sembuh kak!”.Tiba-tiba ada telfon dari mamanya wesa,wesa memintaku mengangkatnya.Saat aku mengangkatnya,mama wesa terus menanyakan nuna,pacar wesa.Mama wesa tanya apa nuna sudah datang atau belum,nuna kapan datangnya.Aku jawab seadannya,tapi untuk membuat tenang hati seorang ibu yang khawatir aku tepaksa berbohong,yang katanya kak nuna belum datang aku bilang dia sudah dalam perjalanan ke RS Sardjito.Walaupun kritis,masih sempet-sempetnya dia mikir janji yang sudah dia buat,sebenarnya hari ini,wesa dan aku janji untuk mancing berdua.Wesa sudah menyiapkan kata-kata untuk meminta ijin ke ayah.Tapi apa daya,musibah bisa datang kapan saja,tapi kita ambil positifnya saja.Wesa,memberitahuku  kalau orang pertama yang dia lihat setelah siuman,dan nama pertama yang dia ingat,Nara Amoura Putri Suhendra.Aku. “Aku suka kamu,sejak pertama aku ketemu kamu,awalnya aku penasaran cewek kayak apasih kamu!ternyata kamu cewek yang beda dari cewek kebanyakan,aku suka kamu,tulus ra!aku berjuang sembuh cuma buat kamu,kamu dan kamu”ujar wesa padaku.
Kalau wesa bisa melewati malam ini,dia tidak lagi dinyatakan kritis,itu kata dokter ke mama wesa,aku sempat menguping pembicaraan mereka tadi.
Orang paling aneh sedunia,bisa-bisanya smsn di RS dalam keadaan terbaring kritis,isi sms wesa,dia mengeluh sakit di dadanya.Yap!kecelakaan itu mengenai bagian dalamnya termasuk paru-parunya.Faktor hantaman yang keras kata dokter.Malam itu,hujan seakan menggambarkan rasa sakit dan sedihnya wesa.Aku hanya bisa menenangkan hati wesa dari jauh,bisa saja aku disana lebih lama,tapi itu tak mungkin.Ada nuna pacar wesa.
Baru beberapa hari di RS,wesa sudah tidak betah dan ingin cepat-cepat pulang,aku bilang, “Besok kak,kalau kakak udah sembuh,mangkannya mulai dari sekarang jangan ngeyel dengerin kata dokter,biar cepet keluar RS terus bisa kumpul-kumpul lagi sama temen-temenmu,banyak-banyak doa,jangan lupa solatnya”.
Malam itu aku juga memberinya nyanyian,
“Meski waktu datang dan berlalu sampai kau tiada bertahan,semua takkan mampu mengubahku hanyalah kau kakakku yang tersayang.Hanyalah dirimu mampu membuatku tersenyum dan bahagia,kau bukan hanya sekedar indah,kau tak akan terganti.”
“Makasih dek!lagunnya,kakak seneng dengernya.”
“Dek,janji ya!jangan ninggalin kakak apapun yang terjadi,kakak mohon”,aku jawab “Iya kak!adek janji,seperti janji merpati ke pasangannya,untuk selalu setia disampingnya.Dan tulus sayang ke merpati pasangannya”.
Hari itu,hari dimana seorang wesa kembali kesekolah.Aku tak menyangka kalau dia membuat kejutan ini,dan ternyata kak surya juga ada dibalik semua ini.Kejutan ini hanya kak surya dan wesa saja yang tahu.Aku mendapat sms.Isi sms itu “Dek,buruan turun ke lapangan basket,ada titpan dari wesa nih!”,akupun langsung turun ke lapangan basket,agar tidak dicurigai akupun mengajak Irene dan mia.Dengan modus mengambil snack di ruang tata pengurusan.Haha keren.
Sesampainnya di Lapangan Basket,ada orang diseberang lapangan,dia menutupi mukannya dengan jaket.Sepertinnya aku kenal,akupun berjalan perlahan mendekati orang itu,yang duduk di pinggir lapangan basket.Perlahan orang itupun membuka jaket yang menutup wajahnya.Mataku terbelalak,saat ku tahu orang itu,wesa. “Kakak,kok masuk?dokter ngebolehi kakak masuk?kakak udah sehat?”,tanyaku “Aku kangen kamu,aku pengen ketemu kamu,mangkannya aku masuk,merpati jantan juga udah janjikan,rabu bakal masuk dan nemuin merpati betinanya,nih!aku kasih permen”jelas wesa sambil mengulurkan sebungkus permen karet padaku.
Minggu.Janji merpati jantan mengajakku melihat ikan ia tepati.Kami berangkat jam 8 pagi dari rumahku,wesa mengajakku ke puncak,tambak ikan dan kolam yang penuh cocor bebek.Tempatnya memang biasa!tapi bagiku,ini luar biasa,dan lebih dari indah bisa melihatnya sehat seperti ini,keluar dan jalan-jalan dengan wesa pula.Disana kita cerita tentang banyak hal.Tertawa dan tersenyum bebas.
“Kalau kita jodoh,kita pasti  ketemu,dimanapun kita berada!kita jalani aja apa yang ada sekarang,aku sama sekolahku dan pacarku,kamu sama sekolahmu,naraku sayang.Percaya atau enggak,aku sayang kamu.Janji selesaiin sekolahmu,jangan nakal lagi!yang serius sekolahnya,”aku tersenyum mendengar kalimat itu terucap dari mulutnya.Aku hanya mengangguk sambil terus mengumbar senyum bahagiaku ke wesa.
“Tuhan.ku tahu ini terlalu awal untukku meminta,aku minta jangan jadikan dia sesaat bagiku,tapi jadikan dia selamannya bagiku,dan yang terakhir serta jadikan dia yang terbaik untukku,aku dalam perjalanan ini,sebisa kumampu,akan kubuat dia sempurna bagiku dan orang-orang sekitarnya,Nara Amoura Putri Suhendra.”doa wesa untukku.