Libur telah tiba..libur telah tiba!yey happy holiday semua.
Hari ini aku banyak inget tentang seseorang.Dia bawel,mangka dari itu
aku sering manggil dia bawel.Dia gak kalah,dia juga punya panggilan
'Upil' yap!dia biasa manggil aku itu.Inget banget sama alesan dia
manggil aku itu,haha alesannya sepele banget.Gara-gara aku ngirim
filosofi tentang cinta yang aku ibaratkan sama U P I L.Sejak itu dia
manggil aku upil.Emm!inget caaranya manggil aku jadi sedih,why?karena
sekarang udah jauh dari aku,emm!gak ada masalah sih.Cuma big problem
aja!haha(mencoba menghibur hati).Bawel itu anaknya baik,walaupun dia
lebih tua 3 tahun dari aku,tapi tingkahnya dia masih kayak anak
kecil.Sering aku bingung mana yang tua mana yang masih anak
kecil.Why?coz,aku yang sering keliatan dewasa kalau jalan sama tuh
anak!.Coba aja bayangin,dia pernah nyamperin aku sambil lari nyamping
gitu plus manggil "upil..upil"bener-bener gak bisa dibayangin
deh!.Tapi,kalau dia dah kultum,mbeh!bosen sih enggak so,apa yang dia
cerita'in ke aku gak pernah sama cara nyampe'innya.Aku sering minta dia
dongeng kalau keeeetemu aku,sampek-sampek dia bilang ke temenku "Nih!ni
anak kalok ketemu aku,mbeh mesti minta didongenin,emang ketemu cuma buat
dongeng apa".Sekarang,aku gak bisa denger lagi ceritannya dia,gak
sesering dulu.Kangen sih!liat caranya dia cerita,isi
ceritannya.temen-temenku sering minta buat gak terlalu inget dia,tapi
gak bisa.Udah kebanyakan kenangan sama dia
.Dia
itu orang paling aneh yang pernah aku kenal.Dan juga orang paling baik yang
pernah aku kenal.Tuhan!kalau aja aku dilahirin lagi,aku mohon jangan pisah aku
sama ni anak kayak sekarang.Hal yang paling aku inget dari dia,bawel itu suka
banget cerita.Dan setiap dia cerita,amazingnya aku ga pernah bosen buat
dengerin dia ngoceh.Berasa jadi pendengar setia.Dia cowok paling gak bisa au
tebak selama 16 tahun ini.But,so far i love it!au suka dia bukan dari latar
belakangnya,atau apapun yang ada di badannya.Aku mandang dia dari
hatinnya.Entah kenapa,kalau bawelku deket,aku bisa ngerasa itu.Walaupun
sering-seringnya dia gak ngerasa aku ada dan aku merhatiin dia.
Udah lama gak bua blog!hmm rasanya kangen nulis-nulis lagi kayak dulu.But,sekarang aku banyak kegiatan(tugas)yap!udah SMA guys!.Capek sih!but,namanya juga sekolah.
Oh ya!hari ini au mau ngebagi cerita yang sempet aku kumpul buat tugas bahasa Indonesia.Inget banget waktu itu guruku bilang "ceritanya harus dari pengalaman pribadi"seeetdaah! bingung mau pilih pengalamankku mana yak!.Dan akhirnya cerita ini yang aku pilih.Walaupun sekarang akhirnya "takdir tuhan gak ada yang bisa nebak".Sedikit curhat.Sekarang aku lagi jauh sama tuh orang!tapi aku yakin jodoh itu gak akan kemana.Aku cinta dia,sangat cinta mungkin cuma itu yang bisa aku ungkap'in.
"Merpati
Jantanku"
Malam
ini terlalu sepi untukku lewati sendiri.Dia,Wesa Perdana Putra.Entah kemana
malam ini,mungkin dia sedang bekerja di cafenya.Yap!kalau tidak ada kesibukan
lain,biasanya dia bekerja di cafe dekat rumahnya atau sesekali mampir untuk
bantu-bantu di cafe kakaknya.
Untuk
mengusir kesepianku,aku membuka laptop.Yah!barangkali ada yang asik,sembari
menungu sms dari wesa juga sih!.
Mataku
langsung tertuju pada wallpaper merpati.Soal merpati,aku memiliki kenangan
tersendiri tentang burung ini.Semua itu berawal dari pertemuan tak sengaja,antara
aku dan orang aneh bernama Wesa Perdana Putra.
Masih
teringat jelas,malam itu malam minggu.Ada pesan masuk di ponselku,aku kira
anak-anak kelas 10.2 ya!biasalah anak muda,walaupun sudah bertemu dikelas tapi
tetap saja telfon-telfonan atau
sms-smsan,eh!ternyata aku salah,ini dari nomer asing.Aku tanya identitasnya dan
menanyakan dapat nomerku dari siapa,orang itu bilang namanya Bimo,anak
Palembang dan dia dapat nomerku dari orang yang namanya Wesa.Kata Bimo dia satu
sekolah denganku.Aku tidak langsung percaya,akupun minta nomer orang yang
bernama wesa itu.Dalam hati kurang terima juga sih!,enak saja menyebar nomer
orang seenaknya.
Dalam
hati “Kayaknya aku pernah deh!smsan sama orang yang namanya wesa,apa ini wesa
yang sama,kata bimo!dia anak SMA 11,h tapi apa bener?”.Dengan seluruh rayuan serta
ancaman akhirnya bimo mau memberikan nomer wesa padaku.Singkat cerita,setelah
awalnya berdebat dan bantah-bantahan dengan wesa,baru aku tau.Kalau wesa yang selama
ini smsan denganku adalah gadungan dan nama aslinya itu Alan,dia hanya meminjam
nama wesa saja,untuk sms aku.Dan wesa yang asli ini,dia tidak tau apa-apa,pantas saja dia membantah
kalau dia tidak kenal aku, dan akhirnya setelah dia mengenalku,kalimat pertama
yang dia katakan“Oh!kamu nara yang disukai surya ya!?”ujarnya di sms.Mukaku
langsung merah,marah tapi yaudahlah itu juga hanya gosip.
Dari
seringnya mengobrol di sms,banyak hal yang aku ketahui tentang wesa,contohnya dia
itu anak yang baik,asik,dan bisa di ajak tukar pikiran,oh ya!banyak juga
kesamaan antara aku dan wesa.Dari kesukaan warna,makanan,minuman,hobi,tempat
hunting,hangout,cara menyikapi suatu masalah sampai-sampai pandangan kedepan
juga sama,nah!karena itulah,kita jadi lebih dekat dan akhirnya memilih menjadi
kakak adik.Dia benar-benar aku anggap sebagai kakakku sendiri,selain perhatian
dan tak pernah absen menanyakan apakah aku sudah makan dan solat belum,dia juga
membantuku setiap aku ada masalah.Begitupun aku ke wesa,aku sayang wesa.Seperti
kakak sendiri.
Pagi
itu,pagi dimana wesa menampakkan diri untuk pertama kalinnya dihadapanku.Waktu
itu,aku baru saja selesai pelajaran olahraga di lapangan basket.Wesa dan
gerombolannya duduk di pinggir lapangan,bukannya wesa yang diperhatikan,tapi
surya.Maklumlah!anak-anak tahunya aku dengan surya.Itu gara-gara kak surya
sering ke lewat depan kelasku,dan teman-temannya memanggilku “Nara dicariin
surya loh!”kak surya itu,orangnya humoris sih!tapi sok puitis.Semua statusnya
di jejaring sosial kata-katanya terlalu tinggi,tahu deh tuh!kata-kata copy
paste atau karangannya sendiri.
“Nara!..aku wesa,sorry alannya gak ada
jadi,aku gak bisa kasih tau kamu yang namanya alan,aku wesa yang smsan sama
kamu,”ujarnya tiba-tiba dari belakang,langsung menepuk pundakku.Ekspresi paling
bodoh dan menjijikkan menurutku,aku yakin waktu itu mukaku mirip kambing congek.
Waktu aku tanya irene,mia dan icha,mereka bilang mukaku tidak terlalu
aneh,dalam artian biasa saja.Huh!syukurlah.
Malamnya
wesa sms.Dia bilang,dia mau ketemu aku lagi,tapi ngobrol-ngobrol tidak sekedar
ketemu di jalan seperti tadi pagi.Wesa menawariku untuk ketemuan di 21,tapi
ayah.Pasti dia tidak memberiku ijin.Wesapun tak kehabisan akal,dia bilang besok
sabtu siang saja,soal tempat bisa diatur,aku iya-iya saja.Kebetulan besok sabtu
aku juga free.
Sabtu
siang.Di balkon dekat kelas 12.1.
Aku
meminta wesa menunggu disana.Aku sendiri?haha,tentu tidak dong!aku ajak irene
dan mia,walaupun wesa sudah melarangku untuk tidak membawa orang lain.Ya!takutnya
nanti aku diculik dan disekap,lalu di buang ke negeri jiran.haha lebay.
Disana,wesa
hanya diam sambil memainkan ponselnya,terpaksa aku yang basa-basi duluan.Setelah
15 menit tanpa pembicaraan,akhirnya dia bicara juga.Ternyata ia hanya ingin
menyampaikan pesan surya saja,dia bilang “Dek,jangan kaget ya!katanya surya,surya
mau sms kamu,katanya dia,kalian pernah smsan ya,sebelumnya?”aku mengangguk.
“Terus kenapa gak lagi?”, “Aku gak punya nomernya,udah ilang
kak,kehapus”,beberapa menit mengobrol akupun pamit,karena perutku sudah sakit,kruyuk-kruyuk.Laper
euy! “Yaudah bareng aku aja,aku juga mau kekantiin kok dek” tapi aku menolak,aku
bilang aku mau ambil tas dulu “Yaudah ambil tas,aku disini”sambungnya, “Tapi
aku mau bareng temen-temenku kak,gimana?!”jawabku, “Emm..yaudah deh!kakak
duluan ya!daa dek,”.
Pertemuan
antara aku dan wesa,ku kira hanya sekali itu saja.Ternyata berlanjut.Pertemuan
kedua,wesa menyusulku di rumah tiara,awalnya aku takut garing,dan
basi.Nyatanya?kita malah seperti sudah akrab lama,sama-sekali tidak ada kata
canggung.Rasanya bisa ketemu wesa lagi,tak dapat ku lukiskan dengan kata-kata.
Pertemuan ketiga sama seperti pertemuan kedua.
Pertemuan
keempat itu hari rabu, waktu wesa Try Out di sekolah,kita janjian untuk bertemu
setelah Try Outnya selesai.Rabu itu,aku tak sendiri,Icha juga ikut.Sekalian menunggu
jemputan katannya.Bel berbunyi,dari atas wesa sudah memanggilku,dengan cara memanggilnya
yang khas,dan panggilannya ke aku yang lain dari yang lain.
Akupun
segera ke atas menemuinnya,sebelumnya aku bilang ke icha “Cha,aku keatas dulu
ya?dah dipanggil tuh,sama yang diatas”,icha jawab “Oke,ati-ati ntar digigit,takut
belum jinak”.Sambil tertawa kecil aku segera menemui wesa.Wesa langsung
menyodorkan ponselnya padaku,memberitahu nama kontak pacarnya yang sudah lama
break dengannya selama 1,5 tahun,masih
terpampang jelas nama BUNDA,dan tak satu smspun yang kasar dari wesa ke
pacarnya.Malas!itu kata pertama yang ku rasakan saat membaca sms-sms itu,tapi
kenapa aku langsung tak bersemangat,dan malas mendengar curhatan wesa tentang
pacarnya?.
Bosan
duduk-duduk di balkon atas kamipun turun ke taman,aula sekolah “Eh ada burung
gereja dek!..oh ya dek!tau merpati?”tanya wesa tiba-tiba. “Tau kak,kenapa?”tanyaku
antusias.
“Tau
artinya merpati itu apa?merpati itu,tanda kesetiaan dek,kalok pasangnnya mati
gak lama yang satu juga mati”
“Oh
pantes di kue-kue pernikahan sering dikasih boneka merpati.Tapi kalok gak salah
itu juga tanda kesuciankan kak?”wesa mengangguk sambil tersenyum padaku.Itu senyum
terindah selama aku bertemu dengannya.Tuhan,jangan
ambil hari bahagia ini,jadikan hari-hari selanjutnya seperti hari ini!.
Tapi
doaku itu tak terkabul.
Jum’at
sore.Aku sibuk membuat proyek graffiti di rumah.Karena perlu konsentrasi,dan di
kerjar deadline,ponselku ku taruh di kamar.Tak terasa,waktu berlalu begitu
cepat,jam menunjuk pukul 6 sore.Saat aku mengecek ponsel ada sms masuk atau
tidak,ada pesan dari wesa.Sembari istirahat aku smsan dengan wesa.Tapi itu
tidak lama,aku harus meneruskan proyek supaya cepat selesai.Telfon wesa
terpaksa aku reject,dan aku abaikan sementara waktu.Tak lama,aku dengar ada
suara sms masuk.
Setelah
proyek selesai,aku langsung membuka ponsel,dan membaca sms dari wesa,inti sms
darinya “Yaudah dek gak perlu angkat,gak penting juga kok.aku cuma mau curhat
aja dek sebenernya sama kamu,tapi kamu gak angkat-angkat,yaudah kakak pergi ya
daa”,isi sms itu biasa!tapi yang membuatku takut dan kepikiran.Wesa baru saja
kecelakaan,dia kesrempet kemarin,dan
kakinya terkilir.Aku takut dia kenapa-kenapa dijalan.Aku tunggu balasan smsnya
sampai jam 12 malam.Sampai-sampai mataku pedas rasannya,dan akhirnya aku
tertidur.
Jam
5 pagi,aku bangun.
Ada
sms dari wesa,ada kabar kalau wesa kecelakaan lagi,orang yang memberi kabar
padaku itu bilang kalau wesa masih pingsan.Orang itu juga bilang,wesa
kecelakaan sepulang dari membuat proyek graffiti dirumah temannya,di daerah
tugu.Sepulang dari membuat proyek,rencanannya dia mau kerumahku,tapi malah kena
musibah.“Kamu nara?”tanya orang itu,aku jawab iya dan aku tanya kenapa,dia
jawab “Waktu aku nolong wesa,ditangan wesa ada kertas,kertas itu ada graffiti nama
nara,sebelum dia kecelakaan,dia juga cerita tentang cewek yang namanya nara,dia
bilang dia mau nara bahagia,dia takut nara ninggalin dia,dia bilang dia sayang
nara,tapi sayang graffitinya udah kotor,kena darahnya wesa”.Kakiku lemas,akupun
jatuh bersimpuh dipinggir tempat tidur,air mataku jatuh detik itu juga,tak kuat
rasannya.Tuhan!cobaan apa ini?.
Paginnya.Wesa
memberiku kabar,dia bilang dia baik-baik saja.Dan hari ini mau berangkat Try
Out, “Semangat kak,sukses buat Try Outnya ya!” smsku beberapa menit sebelum dia
masuk kelas.Sepulang Try Out,kita smsn lagi.Sampai waktu maghrib, “Yaudah
dek,udah adzan nih!jangan lupa solat ya!adekku sayang,daa dek”.Aku pikir hari
ini tak ada lagi kejutan seperti kemarin,tak ada kabar tak mengenakkan seperti
kemarin,ternyata salah.Hari inilah,hari yang menjawab semua tanyaku,merubah
semua antara aku dan wesa.
Pukul
6 sore.Ada sms atas nama wesa,isinya “Aku gak mau smsan lagi sama
kamu.”jujur,aku kaget dan tidak percaya dengan isi sms itu,bukannya tadi pagi
sampai sore ini aku dan wesa baik-baik saja ya?.Aku tanya alasannya, “Aku gak
mau kenal lagi sama kamu.”.Sambil menahan air mata,aku balas lagi “Gak masuk
akal”,dia jawab, “Udah,gak usah sms-sms aku lagi.Aku benci kamu,aku gak mau
kenal kamu lagi.”.Semua rasa marah dan
emosi.Aku hanya bisa menangis,di kamar memeluk boneka kesayangannku,sebagai
pelampiasan.Aku terjaga sampai jam setengah 1 pagi.Perlahan aku mulai tertidur
tapi tidurku tidak nyenyak,seringku terbangun untuk melihat apakah ada sms dari
wesa.
Hari
baru dimulai.Semua rasa dan tanya hati terjawab pagi ini.
Lagi-lagi
aku mendapat kabar wesa kecelakaan,tapi kali ini dia kritis di RS Sardjito.Baru
saja bangun tidur,sarapannya sms duka seperti ini,syok dan stress!.Kakak wesa
memberitahuku kalau wesa kecelakaan di daerah dekat tugu.Dalam hati aku
langsung berfikir “Kemana lagi kalau bukan arah kerumahku?apa bener kak wesa
kecelakaan gara-gara mau kerumahku,tapi buat apa kerumahku?”.
Irene,aku
minta dia mengantarku ke RS Sardjito.Jam 8 kami berangkat,sesampainnya
disana,aku dan irene bingung mencari kamarnya wesa.Kakak wesa bilang,dia sudah
siuman,kabar itu aku dapat selang 5 menit sebelum aku sampai dikamar wesa dan
berdiri tepat didepannya.Wesa melihatku dengan tatapan,antara percaya dan
tidak,aku ada disitu.
“Minta
dia keluar dulu”bisik wesa padaku,meminta Irene keluar dulu.
“Dek,kemarin
yang sms kamu bukan aku,tapi dia.Dia kerumah,dan marah-marah gara-gara aku gak
pernah sms dia.Dia langsung ambil hpku dan mbaca smsku ke kamu,aku kecelakaan
waktu aku mau jelasin semua ini ke kamu,ra!.Aku gak mau naraku salah paham
terlalu lama,aku gak mau ra!maaf aku buat kamu khawatir kemarin.”ujarnya sambil
memegang tanganku,aku hanya tersenyum sembari menyelimutinya,agar tidak
kedinginan,dan memasukkan tangannya kedalam selimut.”Udah gak usah mikir itu
dulu”.
“Nara,kalok
aku udah gak ada,janji ya!sama kakak,rajin solat,dan jangan lupa maem ya
dek!”sambungnya sambil mengacungkan jari manisnya,memintaku untuk berjanji.
“Kakak kok ngomongnya gitu”,timpalku. “Loh!aku udah kritis,aku gak tau apa
besok aku masih ada buat kamu atau enggak dek!”jawab wesa,aku hanya diam “Aku
percaya kamu bisa,sembuh kak!”.Tiba-tiba ada telfon dari mamanya wesa,wesa
memintaku mengangkatnya.Saat aku mengangkatnya,mama wesa terus menanyakan
nuna,pacar wesa.Mama wesa tanya apa nuna sudah datang atau belum,nuna kapan datangnya.Aku
jawab seadannya,tapi untuk membuat tenang hati seorang ibu yang khawatir aku
tepaksa berbohong,yang katanya kak nuna belum datang aku bilang dia sudah dalam
perjalanan ke RS Sardjito.Walaupun kritis,masih sempet-sempetnya dia mikir
janji yang sudah dia buat,sebenarnya hari ini,wesa dan aku janji untuk mancing
berdua.Wesa sudah menyiapkan kata-kata untuk meminta ijin ke ayah.Tapi apa
daya,musibah bisa datang kapan saja,tapi kita ambil positifnya saja.Wesa,memberitahuku
kalau orang pertama yang dia lihat
setelah siuman,dan nama pertama yang dia ingat,Nara Amoura Putri Suhendra.Aku.
“Aku suka kamu,sejak pertama aku ketemu kamu,awalnya aku penasaran cewek kayak
apasih kamu!ternyata kamu cewek yang beda dari cewek kebanyakan,aku suka
kamu,tulus ra!aku berjuang sembuh cuma buat kamu,kamu dan kamu”ujar wesa
padaku.
Kalau
wesa bisa melewati malam ini,dia tidak lagi dinyatakan kritis,itu kata dokter
ke mama wesa,aku sempat menguping pembicaraan mereka tadi.
Orang
paling aneh sedunia,bisa-bisanya smsn di RS dalam keadaan terbaring kritis,isi
sms wesa,dia mengeluh sakit di dadanya.Yap!kecelakaan itu mengenai bagian dalamnya
termasuk paru-parunya.Faktor hantaman yang keras kata dokter.Malam itu,hujan
seakan menggambarkan rasa sakit dan sedihnya wesa.Aku hanya bisa menenangkan hati
wesa dari jauh,bisa saja aku disana lebih lama,tapi itu tak mungkin.Ada nuna
pacar wesa.
Baru
beberapa hari di RS,wesa sudah tidak betah dan ingin cepat-cepat pulang,aku
bilang, “Besok kak,kalau kakak udah sembuh,mangkannya mulai dari sekarang
jangan ngeyel dengerin kata dokter,biar cepet keluar RS terus bisa
kumpul-kumpul lagi sama temen-temenmu,banyak-banyak doa,jangan lupa solatnya”.
Malam
itu aku juga memberinya nyanyian,
“Meski waktu datang dan berlalu
sampai kau tiada bertahan,semua takkan mampu mengubahku hanyalah kau kakakku
yang tersayang.Hanyalah dirimu mampu membuatku tersenyum dan bahagia,kau bukan
hanya sekedar indah,kau tak akan terganti.”
“Makasih dek!lagunnya,kakak seneng dengernya.”
“Dek,janji ya!jangan ninggalin kakak apapun yang terjadi,kakak mohon”,aku
jawab “Iya kak!adek janji,seperti janji merpati ke pasangannya,untuk selalu
setia disampingnya.Dan tulus sayang ke merpati pasangannya”.
Hari
itu,hari dimana seorang wesa kembali kesekolah.Aku tak menyangka kalau dia
membuat kejutan ini,dan ternyata kak surya juga ada dibalik semua ini.Kejutan
ini hanya kak surya dan wesa saja yang tahu.Aku mendapat sms.Isi sms itu
“Dek,buruan turun ke lapangan basket,ada titpan dari wesa nih!”,akupun langsung
turun ke lapangan basket,agar tidak dicurigai akupun mengajak Irene dan
mia.Dengan modus mengambil snack di ruang tata pengurusan.Haha keren.
Sesampainnya
di Lapangan Basket,ada orang diseberang lapangan,dia menutupi mukannya dengan
jaket.Sepertinnya aku kenal,akupun berjalan perlahan mendekati orang itu,yang
duduk di pinggir lapangan basket.Perlahan orang itupun membuka jaket yang
menutup wajahnya.Mataku terbelalak,saat ku tahu orang itu,wesa. “Kakak,kok masuk?dokter
ngebolehi kakak masuk?kakak udah sehat?”,tanyaku “Aku kangen kamu,aku pengen
ketemu kamu,mangkannya aku masuk,merpati jantan juga udah janjikan,rabu bakal
masuk dan nemuin merpati betinanya,nih!aku kasih permen”jelas wesa sambil
mengulurkan sebungkus permen karet padaku.
Minggu.Janji
merpati jantan mengajakku melihat ikan ia tepati.Kami berangkat jam 8 pagi dari
rumahku,wesa mengajakku ke puncak,tambak ikan dan kolam yang penuh cocor
bebek.Tempatnya memang biasa!tapi bagiku,ini luar biasa,dan lebih dari indah bisa
melihatnya sehat seperti ini,keluar dan jalan-jalan dengan wesa pula.Disana
kita cerita tentang banyak hal.Tertawa dan tersenyum bebas.
“Kalau
kita jodoh,kita pasti ketemu,dimanapun
kita berada!kita jalani aja apa yang ada sekarang,aku sama sekolahku dan pacarku,kamu
sama sekolahmu,naraku sayang.Percaya atau enggak,aku sayang kamu.Janji
selesaiin sekolahmu,jangan nakal lagi!yang serius sekolahnya,”aku tersenyum
mendengar kalimat itu terucap dari mulutnya.Aku hanya mengangguk sambil terus
mengumbar senyum bahagiaku ke wesa.
“Tuhan.ku tahu ini terlalu awal
untukku meminta,aku minta jangan jadikan dia sesaat bagiku,tapi jadikan dia
selamannya bagiku,dan yang terakhir serta jadikan dia yang terbaik untukku,aku
dalam perjalanan ini,sebisa kumampu,akan kubuat dia sempurna bagiku dan
orang-orang sekitarnya,Nara Amoura Putri Suhendra.”doa
wesa untukku.